Bermula dari aktifitas yang sudah menjadi rutinitas di hari minggu. Aku berangkat dengan keyakinan teguh dan niat yang tulus. Menjalankan tugasku sebagai clerk biasa di salah satu perusahaan swasta. Di tengah perjalanan, kala menanti lampu merah berganti menjadi hijau, dikejauhan aku melihat bapak tua begitu semangatnya menyodorkan Majalah Islami kepada semua pengguna kendaraan yang sedang berhenti sama seperti aku yang menanti lampu merah yang dari tadi belum juga berubah.
Di halaman depan majalah itu, samar-samar aku melihat tulisan paling besar bertuliskan, "SYUKUR YUKK". Entah apa isi dari judul yang secara tidak sengaja ku baca itu, aku juga tidak tahu, karena aku hanya melihat dari kejauhan. Ketika hendak memanggil si bapak, Aku di kejutkan dengan suara klakson yang ada dibelakangku. Ternyata lampu merah itu sudah berubah menjadi hijau. "Segera bergerak jangan melamun", desih suara seorang ibu yang ada disampingku sedari tadi juga sepertinya sama denganku memperhatikan tulisan yang di sodor-sodorkan bapak tua itu. Aku hanya membalasnya dengan tersenyum malu dan menganggukkan kepala, pertanda aku setuju.
Bbrreemm...
"Syukur Yukk". Kalimat ini terus melintas dipikiranku. Kenapa tidak cepat ku panggil bapak tua itu? suara batinku memberi isyarat menyesalkan.
Akhirnya aku memutuskan dan mencari makna dibalik tulisan itu. Hal pertama adalah dengan memaknai terlebih dahulu perjalanan hidup yang sudah ku lalui.
Setiap hari aku harus bersyukur. Aku bersyukur masih bisa beraktifitas dengan baik dan diberi kesehatan hingga detik ini. Bahkan aku masih diberi kesempatan bekerja disini. Dimana aku sering mendengar, perusahaan tempatku bekerja sekarang adalah salah satu perusahaan impian mereka.
Sering juga aku menimpali ketika asyik bercengkrama, tempat kalian bekerja itu lebih baik bahkan merupakan pilihan terbaik dari yang Maha Kuasa. Yang terpenting saat ini adalah Syukur. Semakin kita bersyukur maka nikmat Allah akan semakin bertambah. Ini janji Allah.
Sebagaimana telah dituliskan di dalam Alkitab pedoman hidup kita sebagai muslim.
"...Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.“ (QS. 3:145).
Kemudian teman-temanku tersenyum, biasa mereka menjawab. Iya Ustadzah... kemudian dilanjutkan tertawa bersama.
*sejujurnya aku bukanlah seorang ustadzah, hanya sedang berupaya mendalami ilmu dari semua ustadzah di pelosok negeri. :-)
"Syukur Yukk". Kembali kalimat sederhana ini terus ku dalami. Banyak arti yang terkandung didalamnya. Sampai akhirnya diri inipun berusaha mengumpulkan beberapa ayat Al-Qur'an dan beberapa Hadist tentang Syukur tersebut. Berikut adalah beberapa Ayat Al-Qur'an yang memerintahkan kita untuk selalu bersyukur.
- (QS. Al Baqarah:152) "Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (ni’mat)-Ku".
- (QS. Al Baqarah:172)
"Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah".
- (QS. Ali Imran:123)
"Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya."
- (QS. Ibrahim: 7)
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".
- (QS. Al Ankabut:17)
"Sesungguhnya apa yang kamu sembah selain Allah itu adalah berhala, dan kamu membuat dusta. Sesungguhnya yang kamu sembah selain Allah itu tidak mampu memberikan rezki kepadamu; maka mintalah rezki itu di sisi Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nyalah kamu akan dikembalikan."
- (QS. Luqman:14)
"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu".
- (QS. Saba':15)
"Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan): Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan Yang Maha Pengampun".
Dilembaran yang lain aku juga sengaja mengutip kalimat seperti dibawah ini, bahkan aku sudah mencatatnya di alam bawah sadarku. menjadikan kalimat ini sebagai penguat untukku agar terus bersyukur terhadap apa yang sudah ku dapati selama menjalani kehidupan di bumi.
“Siapa yang tidak mensyukuri nikmat Tuhan, maka berarti berusaha untuk hilangnya nikmat itu. Dan siapa yang bersyukur atas nikmat, berarti telah mengikat nikmat itu dengan ikatan yang kuat.” (Syeikh Ibnu Athaillah ra.)
Ayat dan Hadist ini menjadi semangat bagiku untuk terus mensyukuri apa yang sudah aku dapati, tidak terkecuali ketika menjalani masa-masa sulit. Dimana aku harus meniti hidup ini dengan linangan air mata, merasakan kepedihan yang harus ku sembunyikan dihadapan semua makhluk di dunia, bahkan dengan kepiluan terseretnya aku kedalam corong api yang semula terlihat seperti kawah putih penyejuk jiwa. Dan ternyata semua begitu fana.
Sekali lagi "Syukur".
Bersyukurlah.
Tidak ada obat yang paling mujarab selain dari mengamalkan kata-kata yang sangat sederhana ini. Memang tidak mudah melakukannya di tengah problema yang sangat menghinakan diri. Tetapi percayalah the miracle akan terjadi. Kita akan semakin kuat dengan semua yang sudah dilewati. :-)
Bahkan banyak nasehat yang menyuruh kita untuk mensyukuri nikmat Allah. Diantaranya disampaikan oleh.
- Umar bin Abdul Aziz berkata, "Ikatlah nikmat Allah dengan selalu bersyukur kepada-Nya".
- Abu Hazim berkata, "Salah satu cara bersyukur yang bisa kau lakukan adalah, bila kau melihat sesuatu yang baik, ceritakanlah. Tapi, bila kau menyaksikan sesuatu yang buruk, diamlah dan simpanlah ia hanya untuk dirimu".
- Abu Al-Mughirah berkata, "Setiap saat aku selalu tenggelam dalam samudera nikmat Allah Yang Maha Luas sehingga aku tak tahu lagi bagaimana cara mensyukurinya"
Ya, diakhir cerita aku menarik kesimpulan bahwa ternyata Bersyukur merupakan jalan pintas yang dapat ditempuh setiap hamba Allah untuk mendekatkan diri pada-Nya. Bersyukur juga merupakan cara cepat untuk meraih kecintaan Allah. Karena bersyukur merupakan ibadah yang cepat mengundang turunnya kasih sayang Allah. Tiada hari tanpa syukur. Bersyukur, karena sampai detik ini Allah masih memberikan kepercayaan menghirup udaraNya dan merasakan detak jantung didalam tubuh ini.
SYUKUR YUKK... :)
Wallahu a'alam.