Minggu, 25 Desember 2016

Call Centre... Kring... Kriing...


     Masuk ke tahapan ketiga, rasanya itu antara malas tapi malu. Mau berhenti tapi takut dibilang tidak menepati janji. Nanti dibilang tidak konsisten dengan ikrar yang sudah dibuat. Takut juga dibilangin, cuma omong doank. Padahal aslinya punya mimpi yang kece untuk jadi penulis. Ya meskipun hanya sebagai penulis eceran. *eh kok eceran sih? hehee entahlah saya mah nulis aja dulu. Kata Coachnya, "gak masalah, yang pentingkan di coba dulu". 



     Saya harus menyelesaikan dari apa yang sudah di mulai. Jangan sampai berhenti hanya karena tidak ada ide. Jangan membuat orang-orang yang sudah mendoakan dan memberi dukungan penuh menjadi kecewa dengan tindakan malas-malasan yang sering menemani!



     Baiklah, disebabkan sebelumnya saya mengambil tema yang akan di tulis itu mengenai profesi sendiri, yakni Call Centre. Sesuai Mind Mapping yang sudah saya konsep juga (bisa di lihat pada postingan label KMO sebelumnya), maka dengan bismillah saya akan bertahap mencoba untuk menjabarkannya menjadi sebuah tulisannya yang indah. Enak untuk di baca. Dan tentunya akan sangat bermanfaat untuk teman-teman yang masih awam tentang profesi sebagai Call Centre yang sesungguhnya.



     Secara pribadi, dulunya saya menganggap profesi sebagai Agent Call Centre hanyalah sebagai profesi ecek-ecek dan batu loncatan untuk menggapai mimpi menjadi seorang Konsultan Akuntansi. Karena sebelumnya saya menempuh pendidikan dan memiliki Ijazah yang berkonsentrasi di bidang Akuntansi Sektor Publik. Namun, seiring berjalannya waktu, profesi sebagai Agent akhirnya saya nikmati dan sudah menjadi bagian di dalam diri saya. Tanpa harus merasa malu karena sudah dianggap melengserkan impian dan ijazah yang saya miliki. Ya, sejujurnya, saya bukan tidak berminat lagi untuk menjadi seorang konsultan. Impian itu tentu tetap bersemayam dan akan tetap ada. Hanya saja saat ini saya sedang menikmati profesi sebagai Agent Call Centre. Banyak pengetahuan dan ilmu yang saya dapatkan melalui profesi ini. Berada pada divisi call centre menjadi salah satu bagian yang dipercaya untuk memberikan kontribusi pada sebuah perusahaan tersebut. Karena agent call centre menjadi ujung tombak sebuah perusahaan di garda depan yang bertugas melayani pelanggan agar memperoleh kepuasan pelanggan. Oleh sebab itu, melalui mind mapping yang sudah saya buat sebelumnya, maka saya akan mulai menuliskannya disini.




CALL CENTRE



     Di negara yang serba instan seperti Indonesia, Call Centre menjadi sangat diperlukan. Call centre adalah channel paling penting dalam sebuah perusahaan yang digunakan untuk berkomunikasi dengan pelanggan. Lebih segera seorang agent memberikan  jawaban, semakin cepat pula pelanggan merasa terpuaskan.

      Menurut Dell (dalam Oktarina, 2006) call centre atau jasa pelayanan adalah suatu kemampuan organisasi atau perusahaan untuk secara konstan dan konsisten memberikan apa yang diinginkan pelanggan. Agent call center sendiri memiliki kompetensi yang berbeda-beda antara satu perusahaan dengan lainnya, namun ada benang merah diantara semua agent call center, yaitu sikap yang baik dan ramah adalah hal yang mendasar yang harus dimiliki oleh setiap agent call center. Di tangan merekalah semua pertaruhan nama perusahaan berada.



     Sebuah call center secara umum adalah bagian dari keseluruhan Customer Relationship Management (CRM) perusahaan dan biasanya sebuah modem Unified Communications Solution dengan software yang terspesialisasi membuat informasi kontak dapat dihubungkan dengan sumber daya yang cocok, kontak akan dilacak, dan history interaksi pelanggan lengkap akan dikumpulkan dan dikelola. Sebuah call centre Indonesia akan dianggap sebagai sebuah elemen penting dalam multichannel marketing.



     Dahulu call centre hanya ada di perusahaan-perusahaan besar seperti perbankan, namun saat ini semua perusahaan sadar akan pentingnya keberadaan call center. Call centre bertugas untuk menerima respons dari konsumen baik itu keluhan maupun saran. Tugas ini dapat dikatakan sebagai tanggung jawab yang tidak mudah. Karena itulah orang-orang yang ada di balik divisi call center haruslah individu yang kompeten di bidangnya. Bagiamana mungkin bisa menjadi petugas call center jika tidak mengetahui sistem operasional perusahaan.



     Ditambah dengan sifat ataupun karakter pelanggannya yang beragam, ada yang menurut, kritis, emosional bahkan ada yang lambat untuk mengerti akan suatu informasi. Dengan beragam hal tersebut, maka sangat diperlukan individu yang tangguh secara emosional dan fisik untuk menjadi seorang call centre.



     Rutinitas kerja agent call centre sebenarnya memiliki beban keja yang lumayan tinggi, selain agent call centre harus melayani pelanggan dengan baik, agent call centre juga memiliki keterbatasan waktu dalam melayani pelanggan, memiliki target service level, memiliki target untuk login timenya dan masih banyak peraturan dan ketentuan lainnya ketika menjadi seorang agent call centre. Untuk itu, maka seorang yang telah memutuskan dirinya dengan profesi menjadi seorang agent call centre harus memiliki ketangguhan dalam fisik dan metal. Agar agent call center dapat memenuhi target yang sudah ditetapkan. Sehingga citra perusahaan dapat terjaga. 



     Sebagai contoh pada Perusahaan Air Minum, petugas call center harus mengetahui segala seluk-beluk yang biasanya ditanyakan oleh pelanggan seperti kenapa tagihan bisa tinggi, kenapa meteran terus berputar sementara kran air di dalam rumah sudah ditutup rapat, bagaimana cara melakukan pembayaran sementara ID langganan tidak diketahui, mengapa air tidak mengalir di rumah pelanggan tersebut sementara tetangga kiri-kanan mengalir lancar. Semua pertanyaan harus dijawab dengan baik oleh agent call center agar dapat dimengerti oleh customer. Apalagi jika ada keluhan seperti pipa bocor dan keluhan estimasi pencatatan yang dilakukan petugas pencatat meter. Maka seorang agent call centre harus cepat tanggap dengan keluhan customer tersebut.

  1. Pengertian Agent Call Centre

     Menurut Andi (2009) agent call centre adalah seorang petugas yang bekerja di suatu pusat pelayanan jarak jauh yang dilakukan melalui media komunikasi telepon, dimana pelanggan dapat berkomunikasi secara real-time dengan petugas pelayanan.
     Menurut Call Centre Council of Singapore (dalam Djoko, 2003) agent call center adalah orang yang bekerja di pusat informasi yang mempunyai sumber informasi yang akurat, terupdate setiap saat dan dapat informasikan.
   Jadi agent call centre adalah orang yang bekerja di pusat pelayanan yang menghubungkan antara pelanggan dengan perusahaan untuk berkomunikasi secara real-time, baik untuk mendapatkan pelayanan informasi, mendapatkan penyelesaian dari masalah yang dihadapi oleh pelanggan, menyampaikan nomor keluhan atau pengaduan yang dilaporkan pelanggan, dan memberikan saran maupun informasi atas kendala yang sedang dihadapi oleh pelanggan tersebut.

     Sepertinya, cukup sekian dulu penjelasan mengenai profesi sebagai Agent Call Centre. Selanjutnya mengenai tugas dan fungsi serta program kerja call centre sesuai mapping di postingan sebelumnya akan saya sharing lagi di postingan berikutnya. Sehubungan hari ini sudah larut malam juga.

*Hayati rehat sejenak dulu^^


Semoga bermanfaat untuk semua dan tulisan ini dapat diterima oleh PJ dan Coach. Aamiin.


#TaskIII
#KMO


Jumat, 23 Desember 2016

MIND MAPPING AJA!

Contoh Mind Mapping
Mind maping dapat diartikan sebagai proses memetakan pikiran untuk menghubungkan konsep-konsep permasalahan tertentu dari cabang-cabang sel saraf membentuk korelasi konsep menuju pada suatu pemahaman dan hasilnya dituangkan langsung di atas kertas dengan animasi yang disukai dan gampang dimengerti oleh pembuatnya. Sehingga tulisan yang dihasilkan merupakan gambaran langsung dari cara kerja koneksi-koneksi di dalam otak.
 
Menurut Tony Buzan, seorang Psikolog dari Inggris. Beliau adalah penemu  Mind Map (Peta Pikiran), Ketua Yayasan Otak, pendiri Klub Pakar (Brain Trust) dan pencipta konsep Melek Mental. Mind Maping dapat membantu kita untuk banyak hal seperti: merencanakan, berkomunikasi, menjadi lebih kreatif, menyelesaikan masalah, memusatkan perhatian, menyusun dan menjelaskan pikiran-pikiran, mengingat dengan baik, belajar lebih cepat dan efisien serta melatih gambar keseluruhan.

Beberapa manfaat metode pencatatan menggunakan Mind mapping, antara lain:
  1. Tema utama terdefinisi secara sangat jelas karena dinyatakan di tengah
  2. Level keutamaan informasi teridentifikasi secara lebih baik. Informasi yang memiliki kadar kepentingan lebih diletakkan dengan tema utama
  3. Hubungan masing-masing informasi secara mudah dapat segera dikenali
  4. Lebih mudah dipahami dan diingat
  5. Informasi baru setelahnya dapat segera digabungkan tanpa merusak keseluruhan struktur Mind mapping, sehingga mempermudah proses pengingatan
  6. Masing-masing Mind mapping sangat unik, sehingga mempermudah proses pengingatan
  7. Mempercepat proses pencatatan karena hanya menggunakan kata kunci 
So, teman-teman masih kebingungan dalam menjabarkan tema yang ingin di tulis?
cekidot... di Mapping aja!
^^


Kamis, 22 Desember 2016

Pancasilaku Terluka


-Pancasilaku Terluka-

Terdengar gemuruh bersorak merdeka
Mendayu riak membuncah sukma
Iramanya mengalun lembut menembus jiwa
Hatiku tertegun tak jua memahaminya
Inikah negeriku yang penuh drama?
Bersusah payah pahlawanku menyatukan suara
Demi mimpi membangun negara Indonesia
Mereka rela meninggalkan namanya saja.
Duhai pemilik sangsekerta
Mengaunglah atas namamu
Engkaulah Sang Pancasila
Dasar Negara
Indonesiaku tercinta

Batam, 18 Des 2016

Minggu, 11 Desember 2016

Kutukan Siul

Alkisah seorang pemuda yang tiba-tiba saja, entah mengapa merasa lemah. Tulang belulangnya seolah-olah merapuh. Tubuhnya menggigil kedinginan bak tertimbun salju kutub selatan. Sesekali ia juga menyeka wajah yang tiada henti menghujan peluh. Di tekuknya kepala dan  merapatkan telinganya ke bagian dada,
"Ah, ketukan apa ini? Mengapa bisa bergetar?" gumamnya tak mengerti.

Semakin lama semakin kencang. Detak jantungnya sudah melebihi detak maksimum perdetik. Termasuk nadi lehernya sudah melebihi 90 ketukan perdetik. "Ada apa ini Tuhan...?" Pemuda itu berusaha mengeluarkan sisa-sisa suaranya untuk meminta pertolongan siapa saja. Malang tak dapat di tolak, ia  tersungkur dan tak sadarkan diri.

Tiba-tiba seorang gadis berkerudung merah muda sedang menyeberangi lorong-lorong bangunan dimana sang pemuda tergeletak tak sadarkan diri. "Innalillah..." gumam sang gadis berkerudung merah muda.
  "Apakah pemuda ini adalah korban pembunuhan?" nuraninya tak henti bertanya sendiri. Ia bingung tak mengerti.

Hembusan angin menerbangkan tepi kerudungnya. Bergelombang membentuk rambut-rambut artis ibukota ketika hendak ke pesta.
"Hhh... dia masih hidup". Sang gadis terperanjat. 

Sang pemuda bangun kembali. Matanya sayu. Tubuhnya masih lemah.
"Apa yang terjadi denganku?" tanya pemuda kepada sang gadis.
"Maaf mas, saya juga tidak tahu. Saya pun hanya melihat sudah tergeletak disini, Apakah ada orang yang hendak menyakitimu mas?" sang gadis bertanya balik.

Sang pemuda tidak mengingat lagi kejadian yang baru saja ia lewati. Gadis berkerudung merah mudapun semakin tidak mengerti. Kini mereka sama-sama tidak memahami apa yang sudah terjadi. Yang pasti ini bukan pembunuhan apalagi calon-calon korban mutilasi.

Mereka meninggalkan lorong bangunan itu. Disepanjang perjalanan pulang, pemuda terus memikirkan apa yang telah ia alami. Begitupun sang gadis berkerudung merah muda.

Sekitar dua meter dari jarak tempat ia berdiri. Sang gadis mendengar percakapan sosok misterius tak dikenalinya. Meski sosok misterius itu berbicara sambil berbisik kepada salah seorang teman disampingnya. Tetapi ia masih dapat mendengar dengan jelas. 

Segera ia meninggalkan tempatnya berdiri. Belok kiri dan gadis berkerudung merah muda berlari sejadi-jadinya. 

"Masss... Brentiii...!! Maass...!!" ia bersorak memanggil pemuda itu lagi.

Pemuda itu menoleh dan menatapnya sambil menanti jawaban kenapa disuruh berhenti.
"Da apa?" tanya sang pemuda.
"Tadi saya tidak sengaja mendengar percakapan dua orang misterius" jawab sang gadis berkerudung merah muda.
"Lalu?" sang pemuda bertanya kembali sambil mengusap mulutnya tidak mengerti.
"Mas terkena kutukan! Orang-orang misterius itu mengatakan kutukan Siul namanya. Mas suka bersiul di sembarang tempatkan? Tidak meletakkannya pada kondisi yang tepat..."
Gadis muda menghela nafas dan melanjukan ucapannya kembali.

"Mas tau, konon bangunan tadi adalah peninggalan seorang raja. Orang-orang memanggilnya Raja Siul. Raja itu sangat pandai bersiul. Tapi, sang raja sangat membenci orang-orang yang bersiul sembarangan...
Coba mas ingat-ingat lagi tadi bersiul bukan pada tempatnya kan?"
Gadis muda antusias menjelaskan dan menanyakan kepastian tentang asumsinya yang baru saja di dengarnya dari sosok misterius di pinggir jalan.

Pemuda terdiam tampak memikirkan sesuatu.
"Hhh... Kamu benar, aku memang suka sekali bersiul. Menggoda wanita pun ku lakukan dengan bersiul." Jawab pemuda itu.

Suasana menjadi hening. Dedaunan menyeringai di terpa hembusan angin.

"Mas, tampaknya siulmu kali ini sial hehee". Ledek sang gadis.

Sang pemuda tersenyum malu. Hatinya tertegun dan mendapat hikmah dari kejadiannya hari ini. Beruntung ia bertemu sang gadis muda, mengingatkan dirinya akan kebiasaan bersiul tidak pada tempatnya. 

Diam-diam gadis berkerudung merah muda berbisik dalam hatinya kepada pemuda.
"Yaa...Inilah jawabannya.. Ternyata karena siul... Hhhh siul itu sialnya kamu hari ini mas. Kamu tak mendapat wanita, tetapi malah mendapat kutukan sang raja karena bersiul tidak pada tempatnya."

Si gadis berkerudung merah muda berlalu meninggalkan sang pemuda. Sambil tersenyum ia memikirkan apa yang sudah dialaminya bersama pemuda yang terkena kutukan siul sang raja.^^
 
-Farah Aissya - Fajri Mj Rahmi-

Selasa, 06 Desember 2016

Sabar Tak Terhingga

"...Kesabaran itu ada batasnya", ungkapan ini sering kita dengar dari mereka yang sedang dalam kondisi menahan amarah. Bahkan tidak dipungkiri semua makhluk yang bernyawapun dianugerahi sifat emosional di dalam dirinya. Ini seakan sudah menjadi ketetapan bagi penghuni alam semesta.  Tetapi jangan salah, amarah itu ada penawarnya.
Apa penawarnya?
Ya, Sabar. 

Sifat sabar tidak hanya menjadi penawar dari kesakitan bathin manusia. Tetapi juga menjadikan seorang manusia lebih dekat dengan Penciptanya. Bila sudah seperti ini maka manusia akan menyadari bahwa, "Sang Pencipta itu selalu bersama orang-orang yang sabar".

Kawan...
Bila rasa kesal ataupun kecewa menghinggapi hatimu, jangan buru-buru melampiaskannya ke sesuatu yang ada dihadapanmu. Bila rasa benci ataupun iri diam-diam menyelinap pada pikiranmu, jangan buru-buru menyalahkan orang lain karena ketidakmampuanmu akan sesuatu. Cobalah menahannya dan obatilah dengan salah satu sifat terpuji yang telah dianugerahkan kepadamu. Sabarlah...
Sabarkan hati dan pikiranmu. 

Bila kesabaran seolah masih dan semakin menyiksa bathin maupun hatimu. Coba renungi kebiasaan yang sudah dilakukan sebelumnya. Sudahkah memahami bahwa dunia ini hanyalah tempat bersenda gurau semata?

Tiada guna menabung amarah. Menyimpan benci, iri, kesal, galau apalagi. Lebih baik membina rasa sabar. Menjadikan sabar sebagai kawan sejati. Menjadikan sabar sebagai penolong kehidupan di muka bumi. Satu hal lagi, dengan membina sabar berbasis pemahaman ilmu agama, akan mengangkat derajad seorang manusia di hadapan Ilahi.

Tidak ada salahnya menghapus sugesti dari, "...kesabaran itu ada batasnya" menjadi, "...Kesabaran itu tak terhingga".

Sang Pencipta memiliki rencana indah dari setiap problema yang sedang dijalani umatnya di dunia. Dia Maha Adil. Dialah yang Maha Mengetahui akan segala sesuatu. Bersabarlah.

*Cmiiw


Senin, 05 Desember 2016

Keluar dari Zona Aman

Sebuah kisah menggunakan sudut pandang orang pertama.

Tiba-tiba pada hari itu, Senin 7 November aku menjadi seseorang yang pemberontak. Aku tidak terima ketika posisiku harus dipindahkan ke orang lain. Aku seolah dibuang dari posisi yang telah membuatku nyaman sampai sekarang. Aku telah mengikuti semua aturan dan prosedur di dalam perusahaan. Tapi mengapa posisiku malah diganti dan dipindah kebagian yang sama sekali bukan tipikal diriku untuk posisi itu. "Apa salahku?" Pertanyaan itu selalu muncul dan sangat mengganggu. 

Tanpa pikir panjang, aku langsung menemui atasan dan langsung menanyakan perihal rotasi kerja yang sudah mengganggu konsentrasiku ini. "Mengapa aku di rotasi? Kenapa tanpa persetujuan karyawan yang bersangkutan terlebih dahulu? Apakah selama ini saya bekerja tidak memenuhi standar yang bapak inginkan? Apakah saya pernah merugikan pada divisi ini pak? Kenapa saya dirotasi dan dipindahkan kebagian itu?"
Aku terus mengajukan pertanyaan kepada atasan, berharap mendapat jawaban yang membuat hati ini menerima keputusan sepihak ini.

"...Sudahlah, Terima saja! Ini sudah ketetapan perusahaan. Pokoknya keputusan ini sudah fix. Mingggu depan kamu harus menyesuaikan diri pada divisi sebelah". 
Inilah jawaban dari atasanku. Beliau tidak memberikan alasan yang dapat hatiku terima. Amarahku semakin memuncak. Tapi air mata juga tak dapat untuk ku bendung. Ia terus mengalir membuat tubuhku semakin lemah. 

"Haruskah aku menerima begitu saja?" Kembali hatiku bergumam dengan sendirinya. Hatiku belum puas dengan jawaban atasan seperti itu. Meskipun sudah ketetapan perusahaan tetapi, pasti ada alasan lain yang membuat hati ini dapat menerima. Aku terus memikirkannya.

Siang, tepat pukul 13.30 wib karena hatiku belum puas. Aku memutuskan menemui atasan yang lebih tinggi. Ya, ku putuskan untuk menghadap menejer. Mungkin dengan beliau aku akan mendapatkan jawaban yang logis dan kemudian dapat menerima keputusan rotasi ini.

Akhirnya hatiku mulai tenang. 45 menit lamanya berdiskusi. Beliau menjelaskan dengan detail. Dan dengan kebijaksanaannya dalam memberikan penjelasan tersebut membuatku merasa lebih baik. Bahkan aku berfikir kembali. Kenapa tidak terfikirkan olehku sebelumnya? Mengapa aku harus mengurung diriku pada satu divisi saja? Bukankah aku harusnya bersyukur karena dibagian yang baru aku akan mendapatkan ilmu diluar kemampuanku dan akupun akan mendapatkan teman-teman baru.

Akhirnya, dengan Bismillah aku memutuskan menerima keputusan perusahaan. Aku putuskan aku akan keluar dari zona aman. Jangan sampai diriku berkutat pada satu kemahiran saja. Ini adalah dunia. Semua orang memiliki potensi untuk mengembangkan karirnya. Sukses tidak harus dengan bidang akademik yang pernah kita pelajari. Tetapi akan sangat berharga dan sangat bernilai jika kesuksesan dibarengi dengan pengetahuan di bidang lain. Jangan batasi kemampuan. Keluarlah dari zona aman yang kita jalani saat ini.

Jumat, 18 November 2016

Sebuah Kisah sebelum Rasulullah Wafat

Mohon maaf sahabat bielalang, Cerita yang akan sahabat baca ini pasti sudah sering dapat postingannya dan bahkan sudah membacanya ber-kali². Tapi mohon maaf, tidak pernah saya tidak meneteskan air mata dikala mengulang membacanya.

Kisah ini terjadi pada diri Rasulullah SAW sebelum meninggal. Rasulullah SAW telah jatuh sakit agak lama, sehingga kondisi.  beliau sangat lemah.

Pada suatu hari Rasulullah SAW meminta Bilal memanggil semua sahabat datang ke Masjid. Tidak lama kemudian, penuhlah Masjid dengan para sahabat. Semuanya merasa rindu setelah agak lama tidak mendapat taushiyah dari Rasulullah SAW.

Beliau duduk dengan lemah di atas mimbar. Wajahnya terlihat pucat, menahan sakit yang tengah dideritanya.

Kemudian Rasulullah SAW bersabda: "Wahai sahabat2 ku semua. Aku ingin bertanya, apakah telah aku sampaikan semua kepadamu, bahwa sesungguhnya Allah SWT itu adalah satu2nya Tuhan yang layak di sembah?"

Semua sahabat menjawab dengan suara bersemangat, " Benar wahai Rasulullah, Engkau telah sampaikan kepada kami bahwa sesungguhnya Allah SWT adalah satu2nya Tuhan yang layak disembah."

Kemudian Rasulullah SAW bersabda:
"Persaksikanlah ya Allah. Sesungguhnya aku telah menyampaikan amanah ini kepada mereka."

Kemudian Rasulullah bersabda lagi, dan setiap apa yang Rasulullah sabdakan selalul dibenarkan oleh para sahabat.

Akhirnya sampailah kepada satu pertanyaan yang menjadikan para sahabat sedih dan terharu.

Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya, aku akan pergi menemui Allah. Dan sebelum aku pergi, aku ingin menyelesaikan segala urusan dengan manusia. Maka aku ingin bertanya kepada kalian semua. Adakah aku berhutang kepada kalian? Aku ingin menyelesaikan hutang tersebut. Karena aku tidak mau bertemu dengan Allah dalam keadaan berhutang dengan manusia."

Ketika itu semua sahabat diam, dan dalam hati masing2 berkata "Mana ada Rasullullah SAW berhutang dengan kita? Kamilah yang banyak berhutang kepada Rasulullah".

Rasulullah SAW mengulangi pertanyaan itu sebanyak 3 kali.

Tiba2 bangun seorang lelaki yang bernama *UKASYAH,* seorang sahabat *mantan preman* sebelum masuk Islam, dia berkata:

"Ya Rasulullah! Aku ingin sampaikan masalah ini. Seandainya ini dianggap hutang, maka aku minta engkau selesaikan. Seandainya bukan hutang, maka tidak perlulah engkau berbuat apa-apa".

Rasulullah SAW berkata: "Sampaikanlah wahai Ukasyah".

Maka Ukasyah pun mulai bercerita:
"Aku masih ingat ketika perang Uhud dulu, satu ketika engkau menunggang kuda, lalu engkau pukulkan cambuk ke belakang kuda. Tetapi cambuk tersebut tidak kena pada belakang kuda, tapi justru terkena pada dadaku, karena ketika itu aku berdiri di belakang kuda yang engkau tunggangi wahai Rasulullah".

Mendengar itu, Rasulullah SAW berkata: "Sesungguhnya itu adalah hutang wahai Ukasyah. Kalau dulu aku pukul engkau, maka hari ini aku akan terima hal yang sama."

Dengan suara yang agak tinggi, Ukasyah berkata: "Kalau begitu aku ingin segera melakukannya wahai Rasulullah."

Ukasyah seakan-akan tidak merasa bersalah mengatakan demikian.

Sedangkan ketika itu sebagian sahabat berteriak marah pada Ukasyah. "Sungguh engkau tidak berperasaan Ukasyah, bukankah Baginda sedang sakit..!?"

Ukasyah tidak menghiraukan semua itu. Rasulullah SAW meminta Bilal mengambil cambuk di rumah anaknya Fatimah.

Bilal meminta cambuk itu dari Fatimah, kemudian Fatimah bertanya: "Untuk apa Rasulullah meminta cambuk ini wahai Bilal?"

Bilal menjawab dengan nada sedih: "Cambuk ini akan digunakan Ukasyah untuk memukul Rasulullah"

Terperanjat dan menangis Fatimah seraya berkata:
"Kenapa Ukasyah hendak pukul ayahku Rasulullah? Ayahku sedang sakit, kalau mau mukul, pukullah aku anaknya".

Bilal menjawab: "Sesungguhnya ini adalah urusan antara mereka berdua".

Bilal membawa cambuk tersebut ke Masjid lalu diberikan kepada Ukasyah.
Setelah mengambil cambuk, Ukasyah menuju ke hadapan Rasulullah.

Tiba2 Abu bakar berdiri menghalangi Ukasyah sambil
berkata: "Ukasyah..! kalau kamu hendak memukul, pukullah aku. Aku orang yang pertama beriman dengan apa yang Rasulullah SAW sampaikan. Akulah sahabatnya di kala suka dan duka. Kalau engkau hendak memukul, maka pukullah aku".

Rasulullah SAW: "Duduklah wahai Abu Bakar. Ini urusan antara aku dengan Ukasyah".

Ukasyah menuju kehadapan Rasulullah. Kemudian Umar berdiri menghalangi Ukasyah sambil berkata:

"Ukasyah..! kalau engkau mau mukul, pukullah aku. Dulu memang aku tidak suka mendengar nama Muhammad, bahkan aku pernah berniat untuk menyakitinya, itu dulu. Sekarang tidak boleh ada seorangpun yang boleh menyakiti Rasulullah Muhammad. Kalau engkau berani menyakiti Rasulullah, maka langkahi dulu mayatku..!."

Lalu dijawab oleh Rasulullah SAW:
"Duduklah wahai Umar. Ini urusan antara aku dengan Ukasyah".

Ukasyah menuju ke hadapan Rasulullah, tiba2 berdiri Ali bin Abu Talib sepupu sekaligus menantu Rasulullah SAW.

Dia menghalangi Ukasyah sambil berkata: "Ukasyah, pukullah aku saja. Darah yang sama mengalir pada tubuhku ini wahai Ukasyah".

Lalu dijawab oleh Rasulullah SAW:
"Duduklah wahai Ali, ini urusan antara aku dengan Ukasyah" .

Ukasyah semakin dekat dengan Rasulullah. Tiba2 tanpa disangka, bangkitlah kedua cucu kesayangan Rasulullah SAW yaitu Hasan dan Husen.

Mereka berdua memegangi tangan Ukasyah sambil memohon. "Wahai Paman, pukullah kami Paman. Kakek kami sedang sakit, pukullah kami saja wahai Paman. Sesungguhnya kami ini cucu kesayangan Rasulullah, dengan memukul kami sesungguhnya itu sama dengan menyakiti kakek kami, wahai Paman."

Lalu Rasulullah SAW berkata: "Wahai cucu2 kesayanganku duduklah kalian. Ini urusan Kakek dengan Paman Ukasyah".

Begitu sampai di tangga mimbar, dengan lantang Ukasyah berkata:

"Bagaimana aku mau memukul engkau ya Rasulullah. Engkau duduk di atas dan aku di bawah. Kalau engkau mau aku pukul, maka turunlah ke bawah sini."

Rasulullah SAW memang manusia terbaik. Kekasih Allah itu meminta beberapa sahabat memapahnya ke bawah. Rasulullah didudukkan pada sebuah kursi, lalu dengan suara tegas Ukasyah berkata lagi:

"Dulu waktu engkau memukul aku, aku tidak memakai baju, Ya Rasulullah"

Para sahabat sangat geram mendengar perkataan Ukasyah.
Tanpa berlama2 dalam keadaan lemah, Rasulullah membuka bajunya. Kemudian terlihatlah tubuh Rasulullah yang sangat indah, sedang beberapa batu terikat di perut Rasulullah pertanda Rasulullah sedang menahan lapar.

Kemudian Rasulullah SAW berkata:
"Wahai Ukasyah, segeralah dan janganlah kamu berlebih2an. Nanti Allah akan murka padamu."

Ukasyah langsung menghambur menuju Rasulullah SAW, cambuk di tangannya ia buang jauh2, kemudian ia peluk tubuh Rasulullah SAW seerat-eratnya. Sambil menangis sejadi2nya,

Ukasyah berkata:
"Ya Rasulullah, ampuni aku, maafkan aku, mana ada manusia yang sanggup menyakiti engkau ya Rasulullah. Sengaja aku melakukannya agar aku dapat merapatkan tubuhku dengan tubuhmu.

Seumur hidupku aku bercita2 dapat memelukmu. Karena sesungguhnya aku tahu bahwa tubuhmu tidak akan dimakan oleh api neraka.

Dan sungguh aku takut dengan api neraka. Maafkan aku ya Rasulullah..."

Rasulullah SAW dengan senyum berkata:
"Wahai sahabat2ku semua, kalau kalian ingin melihat ahli Surga, maka lihatlah Ukasyah..!"

Semua sahabat meneteskan air mata. Kemudian para sahabat
bergantian memeluk Rasulullah SAW.

Semoga tetesan air mata ini membuktikan kecintaan kita kepada kekasih Allah Swt. Dan kita dapat di pertemukan dengan Beliau di Yaumul Akhirah. Aamiin.

Selasa, 15 November 2016

Pengertian Prosa, Karakteristik Prosa, Macam-macam Prosa

Seorang guru akan selalu mengharapkan setiap materi/pelajaran yang telah ajarkan dapat diterima dan diamalkan oleh semua siswa/i nya. Karena sudah menjadi kewajiban dan tanggungjawab bagi mereka  untuk menuntut siswa/i nya dapat memahami pelajaran yang diberikan. Meskipun ada siswa-siswi seolah acuh tak acuh, dengan kata lain guru sibuk mengarahkan di depan kelas, siswanya juga sibuk sendiri di belakang kelas. Namun dengan ketulusan dan semangat mengajarnya, sang guru tidak akan memelas. Karena jauh di dalam lubuk hatinya hanya ada satu keinginan "Bahwa suatu hari semua siswanya akan tumbuh menjadi lebih baik".

Kalimat harapan yang dipendam oleh pahlawan tanpa jasa ini sepertinya sudah melekat didalam diri. "Saya akan Menjadi Orang yang Lebih Baik". Sehubungan dengan itu, lima bulan terakhir dengan perlahan penulis mencoba menggali kembali ilmu yang pernah disampaikan oleh guru bidang Bahasa Indonesia dan Sastra sewaktu masih bertitle sebagai murid/pelajar di bangku sekolah maupun perkuliahan.Ya, meskipun ketika berstatus sebagai Mahasiswa, saya malah memilih akademik di bidang Ilmu Ekonomi dan konsentrasi Ilmu Akuntansi Pemerintahan. Tetapi juga juga ingin mencintai bidang lain. Mungkin ini adalah tahapan awal, pada page ini penulis merangkum salah satu ilmu di bidang Sastra - Literasi mengenai Prosa.

 
Pengertian Prosa 


Kata prosa berasal dari bahasa latin “prosa” yang artinya “terus terang”. Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karenanya, prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya.


Prosa ialah karya sastra dalam bentuk bahasa yang terurai (tulisan bebas) tidak terikat oleh rima, ritma, jumlah baris dan sebagainya. Bisa juga diartikan suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena variasi ritme (rhythm) yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya atau bisa juga diartikan sebagai hasil karya sastra lisan dan tulisan yang panjang, baik yang berbentuk cerita ataupun bukan cerita.

Jenis-Jenis Prosa 

Prosa biasanya dibagi menjadi empat jenis:

    1. Prosa naratif
    2. Prosa deskriptif
    3. Prosa eksposisi
    4. Prosa argumentatif

Berdasarkan jamannya, prosa dibedakan menjadi dua jenis, yaitu prosa lama dan prosa baru. 
 

A. Prosa Lama

Prosa lama adalah bentuk karya sastra yang belum dipengaruhi oleh kebudayaan barat (masih banyak terpengaruh oleh kesustraan hindu dan arab). Karya sastra prosa lama yang mula-mula timbul disampaikan secara lisan atau diceritakan dari mulut ke mulut. disebabkan karena belum dikenalnya bentuk tulisan. Namun, saat ini kita sudah bisa menemukan karya sastra prosa lama dalam bentuk tulisan. Setelah agama dan kebudayaan Islam masuk ke indonesia, masyarakat menjadi akrab dengan tulisan, bentuk tulisan pun mulai banyak dikenal. Sejak itulah sastra tulisan mulai dikenal dan sejak itu pulalah babak-babak sastra pertama dalam rentetan sastra indonesia mulai ada.



Berikut ini adalah bentuk-bentuk prosa lama, yaitu:

a. Hikayat

Hikayat adalah tulisan fiktif dan tidka masuk akal yang menceritakan tentang kehidupan para dewi, dewa, pangeran, raja, dan lain-lain. Contohnya adalah Hikayat Hang Jebat, Hikayat Nabi Sulaiman, Hikayat Raja Bijak, dan lain-lain.

b. Sejarah (Tambo)

Sejarah adalah tulisan yang menceritakan tentang peristiwa-peristiwa tertentu. Ada dua jenis sejarah, yaitu sejarah sastra lama dan baru. Contoh tulisan berbentuk sejarah adalah Sejarah Melayu yang ditulis oleh Tun Sri Lanang pada tahun 1612.

c. Kisah

Kisah adalah tulisan-tulisan pendek. Kisah menceritakan tentang cerita perjalanan, pengalaman atau petualangan orang-orang jaman dulu. Salah satu contoh kisah adalah Kisah Raja Abdullah menuju Kota Mekkah.

d. Dongeng

Dongeng bercerita tentang khayalan-khayalan masyrakat pada zaman dahulu. Dongeng sendiri terdapat beberapa bentuknya, seperti:

  1. Myth (Mitos) bercerita tentang hal-hal gaib, contohnya seperti Ratu Pantai Selatan, Dongeng tentang Batu Menangis, Dongeng asal-usul kuntilanak, dan lain-lain.
  2. Legenda bercerita tentang sejarah atau asal-muasal terjadinya sesuatu, contohnya seperti Legenda Tangkuban Perahu, Legenda Pulau Jawa, dan lain-lain.
  3. Fabel bercerita kisah yang tokohnya adalah binatang, contohnya seperti Si Kancil dan Buaya, Si Kancil yang Cerdik, dan lain-lain.
  4. Sage bercerita tentang kisah pahlawan, keberanian, atau kisah kesaktian , contohnya seperti Ciung Winara, Patih Gadjah Mada, Calon Arang, dan lain-lain.
  5. Jenaka atau Pandir mengisahkan orang-orang bodoh yang bernasib sial yang sifatnya untuk melucu atau humor, contohnya seperti Dongeng Abunawas, Dongeng Si Pandir, dan lain-lain.
Ciri-ciri Prosa Lama :
  1. Prosa lama bersifat statis 
  2. Cerita berkisar di istana (istana sentris) 
  3. Kebanyakan bersifat khayal 
  4. Banyak terpengaruh oleh kesustraan hindu dan arab  
  5. Bersifat anonim (nama pengarang tidak disebutkan)
B. Prosa Baru

Prosa baru adalah bentuk karya sastra yang telah dipengaruhi oleh kebudayaan barat. Bentuk prosa ini muncul karena prosa lama dianggap tidak moderen dan ketinggalan jaman.

Bentuk-bentuk prosa baru antara lain:

a. Roman

Roman adalah tulisan yang mengisahkan hidup seseorang dari lahir hingga meninggal secara menyeluruh, contohnya seperti Layar Terkembang karya Sultan Takdir Ali Syahbana.

b. Novel

Novel adalah cerita yang panjang tentang kehidupan, sifatnya bias fiktif atau no-fiktif, contohnya seperti Novel Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Ave Maria, dan lain-lain.

c. Cerpen

Cerpen adalah adalah cerita pendek yang menceritakan sebagian kecil dari kisah pelaku utamanya. Konflik yang mengubaj sikap pemeran utama, inilah yang embedakan cerpen dan novel. Contoh cerpen yaitu Robohnya Surau Kami karya A.A Navis, Keluarga Gerilya karya Pramoedya Ananta, dan lain-lain.

d. Riwayat

Riwayat bercerita tentang kisah hidup orang atau biasanya tokoh terkenal atau yang menginspirasi. Ada dua jenis riwayat, yaitu biografi (ditulis oleh orang lain) dan otobiografi (ditulis sendiri oleh tokoh tersebut).

e. Kritik

Kritik adalah bentuk tulisan yang sifatnya memberi alas an atau menilai/menghakimi karya atau hasil kerja seseorang.

f. Resensi

Resensi adalah tulisan yang merangkum atau mengulas suatu karya, baik buku, seni, musik, film, atau karya lainnya. Resensi memberikan sudut pandang tentang baik dan buruknya karya tersebut. Dengan kata lain, resensi memberikan gambaran untuk mempertimbangkan apakah kita harus menikmati karya tersebut atau tidak.

g. Esai

Esai adalah tulisan yang berisi sudut pandang atau opini pribadi tentang suatu hal yang menjadi topic atau isu dalam tulisan tersebut.

C. Prosa Menurut Isi

Menurut isinya prosa terdiri atas prosa fiksi dan nonfiksi.

1. Prosa Fiksi

Prosa fiksi ialah prosa yang berupa cerita rekaan atau khayalan pengarangnya. Isi cerita tidak sepenuhnya berdasarkan pada fakta. Prosa fiksi disebut juga karangan narasi sugestif/ imajinatif. Prosa fiksi berbentuk cerita pendek (cerpen), novel, dan dongeng. Di dalam prosa fiksi, terdapat unsur-unsur pembangun yang disebut unsur intrinsik, yaitu: tema, alur/plot, penokohan, latar, amanat, sudut pandang pengarang, dan gaya bahasa.



2. Prosa Nonfiksi

Prosa nonfiksi ialah karangan yang tidak berdasarkan rekaan atau khayalan pengarang tetapi berisi hal-hal yang berupa informasi faktual (kenyataan) atau berdasarkan pengamatan pengarang. Prosa nonfiksi disebut juga karangan semi ilmiah, yang termasuk karangan semi ilmiah ialah: artikel, tajuk rencana, opini, feature, biografi, tips, reportase, jurnalisme baru, iklan, dan pidato.


D. Unsur-unsur Intrinsik dalam Prosa

  1. Tema adalah tentang apa prosa tersebut berbicara.
  2. Amanat atau pesan yaitu nasehat yang hendak disampaikan kepada pembaca.
  3. Plot atau alur adalah rangkaian peristiwa yang membentuk cerita.
  4. Perwatakan atau karakteristik atau penokohan adalah cara-cara pengarang menggambarkan watak pelaku.
  5. a. Sudut pandang adalah cara pengarang menempatkan diri.
    b. Sudut pandang orang pertama adalah pengarang sebagai pelaku.
    c. Sudut pandang orang ketiga adalah pengarang tidak menjadi pelaku.
  6. Latar atau seting adalah gambaran atau keterangan mengenai tempat, waktu, situasi atau suasana berlangsungnya peristiwa.
  7. Gaya bahasa adalah corak pemakaian bahasa.
Baiklah, sepertinya cukup mengenai prosa. Kalo Sahabar Bielalang menemukan yang kurang tepat, mohon dibantu luruskan, yah! Sebab, saya pun masih tahap menggali ilmu-ilmu yang sudah lama ditinggalkan.

Semoga hari kita selalu menyenangkan^^
Semangat berlatih!

Senin, 07 November 2016

Tentang Rasa di Angka Dua Tiga


Alam...
Tahukah engkau aku tidak meminta dirimu untuk mengasihi akan diriku.
Aku juga tidak meminta dirimu untuk menghibur dikala kesedihanku.
Bahkan aku juga tidak mengharap kehadiranmu ketika aku sepi terbelenggu.
Tetapi bersedialah engkau menemani di setiap senyum dan tawaku.
Berkenanlah memahami amarahku yang terkadang tidak mengingat waktu.
Tidak sedikitpun diriku menginginkan bahwa senyuman yang pernah hadir di raut wajah lusuh ini berakhir dengan kesedihan. Berakhir dengan biasan sisa air mata yang menghujan. Aku hanya ingin semua damai. 
 
Alamku...
Aku telah memasuki babak dua tiga. Dua bentuk angka yang memiliki peran berbeda. Angka dua bagian pertama adalah masa bahagia. Angka tiga adalah masa penuh kenangan yang tidak dapat dilupakan sepanjang usianya. Jika angka dua dan tiga telah digandengkan ia menjadi angka yang seolah akan meneror dimanapun aku berada. Angka yang akan mengubah usia muda ku menjadi tua. Angka yang akan memanduku menuju kehidupan berbeda. Angka yang semakin menggetarkan tubuhku karena tumpukan dosa. Angka yang menyuruhku untuk tidak lagi manja. Di angka ini juga seolah ia terus-terusan berkata, “Dewasalah... Dewasalah... Dewasa!

Mungkin ini hanya sepenggal pengakuan dari rasa kejenuhan. Sehingga aku menulis dan menuangkannya sebagai muhasabah ketika pikiran tidak menerima bahwa angka dua tiga telah melekat erat di usiaku sekarang. Berat untuk mengakui. Berat untuk menjalani. Ingin waktu itu dapat diputar kembali. Waktu dunia masih terasa ringan. Waktu dunia masih dapat di duduki sesuka hati dan bercengkrama bersama kawan-kawan seperjuangan. Dan waktu dunia masih terlihat damai, tidak ada pemberontakan, peperangan apalagi perpisahan.
 
Dalam muhasabah hati kali ini. Selama 365 hari ke depan angka dua tiga akan memanduku mendewasakan jiwa kekanakan yang sulit untuk dimusnahkan. Angka ini akan menemani dan menjadi bagian yang tidak akan dapat dipisahkan dari perjalanan kehidupan. Dan dengan angka ini aku memutuskan bahwa Aku akan kembali berdamai dengan usia yang tidak di inginkan. Aku akan melapangkan hati agar duniaku kembali ringan. Aku akan merubah paradigma sempit menjadi lapang, selapang angan masa kecil yang tidak pernah terhalang bagai semut kecil di tepi jurang. Aku akan kembali merancang dan memperbaiki rancangan masa depan sama seperti ketika tubuhku mulai menginjaki usia remaja awal, sebelas tahun silam. Aku akan merubah pola pikir pesimis menjadi optimis. Aku akan membiasakan hidupku menjadi orang yang mincintai lingkungan dan mencintai apa yang ada di dalam setiap perjalanan kehidupan.

Selamat datang angka dua tiga yang bergandengan.
Dengarkanlah bahwa hari ini aku memintamu untuk selalu siaga menemani minimal sampai aku terlelap hingga akhir pekan. Sampai aku mendapatkan ketenangan. Sampai hatiku merasakan kenyamanan. Sampai aku kembali ke hadapan Tuhan dengan keimanan yang mapan dan dengan amalan yang menawan bersama pasangan yang telah engkau sempurnakan untukku hingga akhir zaman. Aamiin.





Jumat, 28 Oktober 2016

ASAM PULAU PUNYA CERITA

Masjid Asam Pulau (Icon Kemaslahatan Masyarakat Asam Pulau)
Salah satu peribahasa yang selalu di ingat oleh seorang perantau adalah, “Setinggi-tinggi terbang bangau surutnya ke bubungan/pelimbahan juga”. Maknanya, “Sejauh apapun seseorang pergi merantau ke negeri orang, maka akan kembali ke negeri asalnya. Setinggi apapun kedudukan/pangkat seseorang, apabila sudah pensiun/berhenti bekerja akan menjadi rakyat biasa juga”.

Ketetapan yang tidak dapat dihindari. Peribahasa ini seolah sudah menjadi hukum alam untuk mereka yang telah menjalani kehidupan di permukaan bumi. Kecuali alam sendiri yang telah menginginkan bahwa kehidupan seseorang harus berhenti (mati). Maka sepenuhnya menjadi tanggunganlah ketika menghadap Sang Pencipta  untuk mempertanggungjawabkan segala hal yang pernah di lakukan ketika mendiami bumi dan menjunjung langit yang tinggi.

Sesuai dengan judul diatas, ini adalah cerita mengenai kampung halaman. Asam Pulau namanya. Perkampungan kecil yang dikelilingi pegunungan, aliran sungai, dan peta-petak sawah yang membentang luas di setiap sudut rumah warga. Bila musim panen tiba, Asam Pulau akan menguning karena serentaknya petani menyemai benih dan bercocok tanam (padi). Dan ketika musim buah-buahan, Asam Pulau akan semakin ramai dikunjungi oleh wisatawan nusantara. Dan saat ini sedang proses realisasi untuk wisatawan mancanegara. Terlebih untuk pecinta buah durian. Silahkan berkunjung. Anda akan mendapati buah-buahan nan super segar dan super sehat. Tanpa pengawet dan tidak mengandung zat-zat kimiawi apapun. Semua murni super sehat. Sangat lengkap dan menawan. Ditambah paduan keindalahan alam Asam Pulau. Uyee..

Dengan sedikit deskripsi diatas, bagaimana mungkin hati orang-orang yang sudah pernah singgah apalagi yang aslinya dilahirkan di kampung kecil seperti Asam Pulau akan berpaling ke yang lain. Meski di kota perantauan sudah hidup mewah, sejahtera, menjadi orang yang disegani, dan memiliki keluarga bahagia, mereka tidak akan merasakan kedamaian yang agung seperti di Asam Pulau. Meski hanya perkampungan kecil, perkampungan yang jauh dari pusat kota. Tetapi pesonanya sangatlah menawan. Pesona masyarakat yang hidup berdampingan, saling bergotong royong, saling menghargai satu sama lain dan tentunya mempertahankan karakter religius yang berpondasi atas dasar Adat Basandi Syarak – Syarak Basandi Kitabullah. Ingat, kembali kita copy paste peribahasa di awal kalimat bahwa, “Setinggi-tinggi terbang bangau surutnya ke bubungan/pelimbahan juga”. Maknanya, “Sejauh apapun seseorang pergi merantau ke negeri orang, maka akan kembali ke negeri asalnya. Setinggi apapun kedudukan/pangkat seseorang, apabila sudah pensiun/berhenti bekerja akan menjadi rakyat biasa juga”.

Dunsanak Rantau.. Ayo kita pulang kampung bersama. Bersama kita bangun Asam Pulau yang madani. Jangan lupakan tanah kelahiran. Jangan lupakan Rumah Gadang si Bundo Kanduang. Silahkan memperkaya diri di negeri rantau. Tetapi jangan sampai lupa daratan. Apalagi lupa dengan Asam Pulau.


Simphony Asam Pulau

Bila rindu tak menjamah hatimu,
Ingatlah masa-masa ketika dirimu bermain bersamaku?
Dimasa kita pernah berayun di pohon jambu,
Dimasa kita pernah dimarahi oleh guru-guru,

Dimasa kita pernah lari bersama, kemudian bersembunyi melihat si etek bisu,
Dimasa kita pernah belajar mengaji dengan Ungku,
Dimasa kita pernah tidur membujur tanpa alas/tikar di surau-surau,
Dimasa kita pernah ke ladang/rimba mengumpulkan potongan-potongan kayu,
Dimasa kita pernah merunduk.. meringkung.. bahu membahu,
Tidak peduli apakah dirimu dalam kondisi galau,
Tida
k peduli apakah dirimu dalam keadaan jemu,
Aku selalu bersamamu.
Masih tidak merindukah dirimu akan aku?


Tidakkah dirimu merindukanku?
Akulah kampungmu..
Dimana kamu pernah menangis, tertawa, dan bercengkrama dengan Aku..
Setiap hari aku menemanimu,
Setiap hari juga dirimu mengadu kepadaku,
Kini masihkah hatimu membeku?

Aku setia menunggumu…
Katimaha, Ladang Bilan, Cubadak dan Sikayang Paku..
Menyatu menjadi namaku yang satu,
Akulah ASAM PULAU
Selalu merindukan kehadiranmu duhai sang perantau”.

===
Noted: Dunsanak, apabila ada tambahan terkait simfoni Perkampungan Asam Pulau, mohon ditambahkan di kolom komentar :D

*mj 
Kebersamaan Anak-anak Asam Pulau
**
Others, you can visit on https://fajrimjrahmi.wordpress.com/2016/10/28/asam-pulau-punya-cerita/

Sabtu, 15 Oktober 2016

Emotional Balancing

Pertanyaan dasar untuk diri kita. Siapa sih yang tidak pernah setres? Siapa sih yang tidak pernah emosi? Ya, tentu setiap orang pernah  mengalami hal seperti ini. Bahkan dari hal yang sepele saja bisa menjadi pemicu setres seseorang. Karena setres adalah bagian dari kehidupan. Lalu bagaimana cara mengatasinya? Apakah selamanya pikiran kita akan dipengaruhi oleh masalah dan emosional seperti itu? Adakah solusi untuk menetralisir dan merubah problema seperti ini? Jawabnya, Ada.

Selama dua hari berturut-turut dari tanggal 12,13 Oktober 2016 di sebuah bangunan nan tinggi menjulang, berlokasi di BCC Hotel & Residence, lantai 23 ruang Saphire, Batam. Kegiatan yang di mulai pukul 08.00 s/d 17.00 Wib. Saya dan rekan-rekan yang lain telah mengikuti sebuah pelatihan yang pasti memiliki manfaat sangat besar untuk saya dan peserta lainnya. Belajar mengenal dan memahami bagaimana watak diri sendiri, belajar untuk membuat diri sendiri merasa nyaman, belajar tentang proses gangguan emosi, dan belajar bagaimana meluapkan dan mengontrol emosi dengan berbagai tekhnik (therapy) serta belajar menerapkan hal-hal positif lainnya.

Para triner adalah orang-orang yang terlatih dan sangat profesional, mereka adalah para psikolog dari P2SDM Tunaskarya Batam. Ya, mereka adalah para lulusan psikologi yang telaten. Memberikan materi yang luar biasa. Juga memberi kami beberapa kasus untuk di pecahkan secara bersama, berdiskusi dengan masing-masing kelompok kemudian menemukan solusi serta menanggapi kasus tersebut secara bersama-sama (response-mutualisme). Kasus ini benar2 real dan memang sering ditemukan di lingkungan tempat kami bekerja. 

Selama dua hari tersebut (Rabu dan Kamis), semua peserta menikmati setiap materi yang disampaikan. Ada empat psikolog profesional yang membimbing kami. Di penghujung materi, peserta akan mempraktekkan teori yang sudah disampaikan. Melihat sejauh mana metode therapy tersebut memberikan perubahan yang positif. Dan juga untuk mengevaluasi pemahaman setiap peserta. Semua merasa nyaman dan sangat menyenangkan. Ini adalah salah satu pelatihan yang sangat mahal untuk saya secara pribadi. Mahal akan ilmu dan manfaat yang sudah diberikan oleh para triner. Tidak semua orang dapat mengikuti pelatihan dan pembelajaran seperti ini.

Beberapa macam bentuk therapy yg diberikan pada tema The Emotional Balancing ini adalah: Art Therapy, Expressive Therapy, dan Laughter Therapy. Semuanya sangat dianjurkan untuk di praktekkan. Karena memberikan ketenangan dan membuat diri merasa lebih baik dan perasaanpun kembali nyaman (plong). Tidak hanya mengenai therapy, tetapi para peserta juga diberikan bekal untuk dapat mengenali pada bagian-bagian tubuh mana saja yang dapat diketuk (tapping) agar menghilangkan/menekan emosional yang sedang dialami. Cara Tapping ini adalah tahap akhir dalam materi Balancing Therapy. Tapping adalah mengetuk ringan dengan dua ujung jari pada titik-titik tertentu di tubuh kita.  Titik-titik yang di ketuk adalah kunci-kunci dari The Major Energy Meridians. Jika di ketuk beberapa kali akan berdampak pada ternetralisasinya gangguang emosi atau rasa sakit yang kita rasakan. Karena aliran energi tubuh berjalan dengan normal dan seimbang kembali. 

Perlu di ingat untuk semua rekan-rekan atau peserta yang telah mengikuti trining maupun yang akan mengikuti berikutnya, semua ini akan jauh lebih bermakna ketika diawali dengan Set Up (niat). Set Up bertujuan untuk memastikan agar aliran energi tubuh kita terarah dengan tepat. Langkah ini bertujuan untuk menetralisir "Psychologycal Reversal" atau "Perlawanan Psikologis" (biasanya berupa pikiran negatif spontan atau keyakinan bawah sadar negatif). Setelah mengikhrarkan niat maka peserta melakukan yang disebut dengan Tune In. Ada dua contoh ketika melakukan praktek Tune In ini.  
  1. Untuk Masalah Fisik. Tune in dilakukan dengan cara merasakan rasa sakit yang kita alami. Lalu mengarahkan pikiran ke rasa sakit tersebut, dibarengi dengan hati dan mulut mengatakan, "Yaa Allah saya ikhlas, saya pasrah ..." (Boleh di contohkan dengan sebutan keyakinan manapun). 
  2. Untuk Masalah Emosi, Tune In dapat dilakukan dengan cara memikirkan sesuatu atau peristiwa spesifik tertentu yang dapat membangkitkan emosi negatif yang ingin di hilangkan. Ketika reaksi negatif itu terjadi, dapat mengucapkan hal yang sama seperti Tune In masalah fisik.
Kemudian, hal yang perlu diingat untuk semua yang pernah mengalami setres, para emosionalisme adalah mulai hari ini rubahlah cara pandang dan persepsi yang selama ini menekan diri kita sendiri. Tanamkan pikiran positif setiap saat. Perkuatlah. Pikiran dengan kemampuan persepsinya akan memberikan makna dan arti pada setiap kejadian yang kita alami. Jika persepsi terbatas, kita akan melihat lebih sedikit. Jika pikiran kita luas maka akan terlihat lebih banyak. Ingat, mengubah pikiran sebenarnya mudah. Kuncinya terletak pada persepsi dan paradigma(cara pandang) seseorang.
----
CMIIW^^

The Laught Therapy
discussion and listening material

Showing ur paint and very fun