Jumat, 28 Oktober 2016

ASAM PULAU PUNYA CERITA

Masjid Asam Pulau (Icon Kemaslahatan Masyarakat Asam Pulau)
Salah satu peribahasa yang selalu di ingat oleh seorang perantau adalah, “Setinggi-tinggi terbang bangau surutnya ke bubungan/pelimbahan juga”. Maknanya, “Sejauh apapun seseorang pergi merantau ke negeri orang, maka akan kembali ke negeri asalnya. Setinggi apapun kedudukan/pangkat seseorang, apabila sudah pensiun/berhenti bekerja akan menjadi rakyat biasa juga”.

Ketetapan yang tidak dapat dihindari. Peribahasa ini seolah sudah menjadi hukum alam untuk mereka yang telah menjalani kehidupan di permukaan bumi. Kecuali alam sendiri yang telah menginginkan bahwa kehidupan seseorang harus berhenti (mati). Maka sepenuhnya menjadi tanggunganlah ketika menghadap Sang Pencipta  untuk mempertanggungjawabkan segala hal yang pernah di lakukan ketika mendiami bumi dan menjunjung langit yang tinggi.

Sesuai dengan judul diatas, ini adalah cerita mengenai kampung halaman. Asam Pulau namanya. Perkampungan kecil yang dikelilingi pegunungan, aliran sungai, dan peta-petak sawah yang membentang luas di setiap sudut rumah warga. Bila musim panen tiba, Asam Pulau akan menguning karena serentaknya petani menyemai benih dan bercocok tanam (padi). Dan ketika musim buah-buahan, Asam Pulau akan semakin ramai dikunjungi oleh wisatawan nusantara. Dan saat ini sedang proses realisasi untuk wisatawan mancanegara. Terlebih untuk pecinta buah durian. Silahkan berkunjung. Anda akan mendapati buah-buahan nan super segar dan super sehat. Tanpa pengawet dan tidak mengandung zat-zat kimiawi apapun. Semua murni super sehat. Sangat lengkap dan menawan. Ditambah paduan keindalahan alam Asam Pulau. Uyee..

Dengan sedikit deskripsi diatas, bagaimana mungkin hati orang-orang yang sudah pernah singgah apalagi yang aslinya dilahirkan di kampung kecil seperti Asam Pulau akan berpaling ke yang lain. Meski di kota perantauan sudah hidup mewah, sejahtera, menjadi orang yang disegani, dan memiliki keluarga bahagia, mereka tidak akan merasakan kedamaian yang agung seperti di Asam Pulau. Meski hanya perkampungan kecil, perkampungan yang jauh dari pusat kota. Tetapi pesonanya sangatlah menawan. Pesona masyarakat yang hidup berdampingan, saling bergotong royong, saling menghargai satu sama lain dan tentunya mempertahankan karakter religius yang berpondasi atas dasar Adat Basandi Syarak – Syarak Basandi Kitabullah. Ingat, kembali kita copy paste peribahasa di awal kalimat bahwa, “Setinggi-tinggi terbang bangau surutnya ke bubungan/pelimbahan juga”. Maknanya, “Sejauh apapun seseorang pergi merantau ke negeri orang, maka akan kembali ke negeri asalnya. Setinggi apapun kedudukan/pangkat seseorang, apabila sudah pensiun/berhenti bekerja akan menjadi rakyat biasa juga”.

Dunsanak Rantau.. Ayo kita pulang kampung bersama. Bersama kita bangun Asam Pulau yang madani. Jangan lupakan tanah kelahiran. Jangan lupakan Rumah Gadang si Bundo Kanduang. Silahkan memperkaya diri di negeri rantau. Tetapi jangan sampai lupa daratan. Apalagi lupa dengan Asam Pulau.


Simphony Asam Pulau

Bila rindu tak menjamah hatimu,
Ingatlah masa-masa ketika dirimu bermain bersamaku?
Dimasa kita pernah berayun di pohon jambu,
Dimasa kita pernah dimarahi oleh guru-guru,

Dimasa kita pernah lari bersama, kemudian bersembunyi melihat si etek bisu,
Dimasa kita pernah belajar mengaji dengan Ungku,
Dimasa kita pernah tidur membujur tanpa alas/tikar di surau-surau,
Dimasa kita pernah ke ladang/rimba mengumpulkan potongan-potongan kayu,
Dimasa kita pernah merunduk.. meringkung.. bahu membahu,
Tidak peduli apakah dirimu dalam kondisi galau,
Tida
k peduli apakah dirimu dalam keadaan jemu,
Aku selalu bersamamu.
Masih tidak merindukah dirimu akan aku?


Tidakkah dirimu merindukanku?
Akulah kampungmu..
Dimana kamu pernah menangis, tertawa, dan bercengkrama dengan Aku..
Setiap hari aku menemanimu,
Setiap hari juga dirimu mengadu kepadaku,
Kini masihkah hatimu membeku?

Aku setia menunggumu…
Katimaha, Ladang Bilan, Cubadak dan Sikayang Paku..
Menyatu menjadi namaku yang satu,
Akulah ASAM PULAU
Selalu merindukan kehadiranmu duhai sang perantau”.

===
Noted: Dunsanak, apabila ada tambahan terkait simfoni Perkampungan Asam Pulau, mohon ditambahkan di kolom komentar :D

*mj 
Kebersamaan Anak-anak Asam Pulau
**
Others, you can visit on https://fajrimjrahmi.wordpress.com/2016/10/28/asam-pulau-punya-cerita/

Sabtu, 15 Oktober 2016

Emotional Balancing

Pertanyaan dasar untuk diri kita. Siapa sih yang tidak pernah setres? Siapa sih yang tidak pernah emosi? Ya, tentu setiap orang pernah  mengalami hal seperti ini. Bahkan dari hal yang sepele saja bisa menjadi pemicu setres seseorang. Karena setres adalah bagian dari kehidupan. Lalu bagaimana cara mengatasinya? Apakah selamanya pikiran kita akan dipengaruhi oleh masalah dan emosional seperti itu? Adakah solusi untuk menetralisir dan merubah problema seperti ini? Jawabnya, Ada.

Selama dua hari berturut-turut dari tanggal 12,13 Oktober 2016 di sebuah bangunan nan tinggi menjulang, berlokasi di BCC Hotel & Residence, lantai 23 ruang Saphire, Batam. Kegiatan yang di mulai pukul 08.00 s/d 17.00 Wib. Saya dan rekan-rekan yang lain telah mengikuti sebuah pelatihan yang pasti memiliki manfaat sangat besar untuk saya dan peserta lainnya. Belajar mengenal dan memahami bagaimana watak diri sendiri, belajar untuk membuat diri sendiri merasa nyaman, belajar tentang proses gangguan emosi, dan belajar bagaimana meluapkan dan mengontrol emosi dengan berbagai tekhnik (therapy) serta belajar menerapkan hal-hal positif lainnya.

Para triner adalah orang-orang yang terlatih dan sangat profesional, mereka adalah para psikolog dari P2SDM Tunaskarya Batam. Ya, mereka adalah para lulusan psikologi yang telaten. Memberikan materi yang luar biasa. Juga memberi kami beberapa kasus untuk di pecahkan secara bersama, berdiskusi dengan masing-masing kelompok kemudian menemukan solusi serta menanggapi kasus tersebut secara bersama-sama (response-mutualisme). Kasus ini benar2 real dan memang sering ditemukan di lingkungan tempat kami bekerja. 

Selama dua hari tersebut (Rabu dan Kamis), semua peserta menikmati setiap materi yang disampaikan. Ada empat psikolog profesional yang membimbing kami. Di penghujung materi, peserta akan mempraktekkan teori yang sudah disampaikan. Melihat sejauh mana metode therapy tersebut memberikan perubahan yang positif. Dan juga untuk mengevaluasi pemahaman setiap peserta. Semua merasa nyaman dan sangat menyenangkan. Ini adalah salah satu pelatihan yang sangat mahal untuk saya secara pribadi. Mahal akan ilmu dan manfaat yang sudah diberikan oleh para triner. Tidak semua orang dapat mengikuti pelatihan dan pembelajaran seperti ini.

Beberapa macam bentuk therapy yg diberikan pada tema The Emotional Balancing ini adalah: Art Therapy, Expressive Therapy, dan Laughter Therapy. Semuanya sangat dianjurkan untuk di praktekkan. Karena memberikan ketenangan dan membuat diri merasa lebih baik dan perasaanpun kembali nyaman (plong). Tidak hanya mengenai therapy, tetapi para peserta juga diberikan bekal untuk dapat mengenali pada bagian-bagian tubuh mana saja yang dapat diketuk (tapping) agar menghilangkan/menekan emosional yang sedang dialami. Cara Tapping ini adalah tahap akhir dalam materi Balancing Therapy. Tapping adalah mengetuk ringan dengan dua ujung jari pada titik-titik tertentu di tubuh kita.  Titik-titik yang di ketuk adalah kunci-kunci dari The Major Energy Meridians. Jika di ketuk beberapa kali akan berdampak pada ternetralisasinya gangguang emosi atau rasa sakit yang kita rasakan. Karena aliran energi tubuh berjalan dengan normal dan seimbang kembali. 

Perlu di ingat untuk semua rekan-rekan atau peserta yang telah mengikuti trining maupun yang akan mengikuti berikutnya, semua ini akan jauh lebih bermakna ketika diawali dengan Set Up (niat). Set Up bertujuan untuk memastikan agar aliran energi tubuh kita terarah dengan tepat. Langkah ini bertujuan untuk menetralisir "Psychologycal Reversal" atau "Perlawanan Psikologis" (biasanya berupa pikiran negatif spontan atau keyakinan bawah sadar negatif). Setelah mengikhrarkan niat maka peserta melakukan yang disebut dengan Tune In. Ada dua contoh ketika melakukan praktek Tune In ini.  
  1. Untuk Masalah Fisik. Tune in dilakukan dengan cara merasakan rasa sakit yang kita alami. Lalu mengarahkan pikiran ke rasa sakit tersebut, dibarengi dengan hati dan mulut mengatakan, "Yaa Allah saya ikhlas, saya pasrah ..." (Boleh di contohkan dengan sebutan keyakinan manapun). 
  2. Untuk Masalah Emosi, Tune In dapat dilakukan dengan cara memikirkan sesuatu atau peristiwa spesifik tertentu yang dapat membangkitkan emosi negatif yang ingin di hilangkan. Ketika reaksi negatif itu terjadi, dapat mengucapkan hal yang sama seperti Tune In masalah fisik.
Kemudian, hal yang perlu diingat untuk semua yang pernah mengalami setres, para emosionalisme adalah mulai hari ini rubahlah cara pandang dan persepsi yang selama ini menekan diri kita sendiri. Tanamkan pikiran positif setiap saat. Perkuatlah. Pikiran dengan kemampuan persepsinya akan memberikan makna dan arti pada setiap kejadian yang kita alami. Jika persepsi terbatas, kita akan melihat lebih sedikit. Jika pikiran kita luas maka akan terlihat lebih banyak. Ingat, mengubah pikiran sebenarnya mudah. Kuncinya terletak pada persepsi dan paradigma(cara pandang) seseorang.
----
CMIIW^^

The Laught Therapy
discussion and listening material

Showing ur paint and very fun

Sabtu, 01 Oktober 2016

Be Positive

Semangat pagi dunia...
Salam santun untuk semua manusia pecinta kebaikan.
Salam bahagia untuk sahabat pecinta kedamaian..

Aku menulis, aku ingin bercerita.. namun kini hanya tersiar di dalam hati kecil sahaja.
Aku sedang mencoba untuk menggoreskan kembali seperti sediakala.
Menggabungkan imajinasi dan mimpi menjadi sebuah motivasi jiwa.
Menuliskan ide dan gagasan sebagai wujud bahwa ispirasiku sedang terberai...


Mungkin pagi ini aku mulai dengan goresan cerita mini yang terajut dalam bingkai sederhana
Sepuluh hari telah berlalu. Saya kembali berorientasi dalam ikatan kerja setelah cuti. Dan dua minggu sejak saya mendapatkan Surat Keputusan sebagai karyawan tetap perusahaan setelah dua tahun menjalani ikatan dengan status karyawan kontrak. Berbagai kisah sendu yang pernah dilewati di tahun kerja sebelumnya, menjadikan hati ini menjadi lebih kokoh dan lebih bertanggungjawab untuk menghadapi tekanan dari hal apapun. Terus berpikir positif dan lanjutkan perjalanan mengarungi samudera dengan perbuatan strategis untuk bersama-sama menyingkap tabir rahasia kehidupan. Jangan lupa setiap hari manfaatkan kesempatan untuk tersenyum dan menjadikan hari ini adalah lembaran baru yang sangat berkualitas (quality time).

Contoh kecil untuk membuka lembaran baru kali ini adalah saya dan team kerja mengawali hari dengan saling bercengkrama, tertawa dan memanfaatkan waktu break yang sangat terbatas dengan sebaik mungkin. Rotasi Supervisor yang terjadi pada divisi ini pun menjadikan suasana terasa sedikit berbeda. Bukan suasana menegangkan dan tidak juga suasana mencekam. Tetapi saya akan kategorikan kedalam suasana yang lebih hangat dan bersahabat. Mengapa saya mengatakan seperti itu? ya, karena atasan yang akan membimbing saya dan rekan-rekan yang lainnya pada divisi ini adalah seorang perempuan. Perempuan yang memiliki talenta, prestasi dan etos kerja yang sangat baik. Dan bukan berarti atasan sebelumnya tidak baik. Atasan sebelumnya juga memiliki etos dan loyalitas yang sangat baik dengan team kerja yang lain. Mungkin perbedaan mendasar hanyalah bentuk fisiknya saja, atasan lama seorang laki-laki dan sekarang seorang perempuan.

Bisa dilihat foto yang sengaja saya update pada page ini. adalah salah Satu wujud bagaimana canda tawa dan kebersamaan di ruangan saya bekerja, tepat di hari pertama merasakan bagaimana kepemimpinan atasan yang baru. Kami menyambutnya dengan suka cita. Berambisi untuk lebih baik dari divisi lain. Dan tentunya terus mempertahankan ke kompakan satu sama lain. 
 
Disini saya dan rekan-rekan memang terlihat sangat over dramatis hehee.. Memanfaatkan waktu istirahat makan siang sebaik mungkin. Ada-ada saja yang dapat kami manfaatkan untuk menghibur dan menjalin kebersamaan. Seperti memanfaatkan pajangan yang akan dipasang. Saya dan rekan-rekan seperti memiliki prinsip yang sama bahwa di tengah kesibukan dan aktifitas kerja yang sedang berlangsung jangan sampai membebani diri kami. Setiap detik dan menit yang dilalui akan memberikan pelajaran berharga.

Tentu hal ini tidak terlepas dari pemikiran positif yang harus tetap ditanamkan pada diri seseorang. Dengan terus mengembangkan dan menerapkan pikiran positif hidup akan lebih sukses dan lebih bahagia.

Be Brave.... ^_^