Selasa, 28 Februari 2017

Cerita Malam Bielalang

       Dimalam yang sunyi. Ketika semua orang sudah terlelap diiringi syahdunya rintikan hujan. Membuat jiwa-jiwa mereka semakin manja di taman impian. Namun aku? Aku hanya duduk tergugu. Diam membisu. Termanggu dengan pikiran terus melayang dan bertebaran bagai kapas yang diterpa angin selatan. Aku mulai menimba-nimba dan terus mencari makna. Dan aku terus menanyakan kepada hati yang semakin hari semakin  rapuh.

Sebenarnya aku ini siapa?
Apa tujuanku sekarang?
Apa benar aku suka menulis?
Adakah alasan yang bisa aku buktikan, bahwa benar diriku mencintai dunia kepenulisan? Dunia literasi?

Ah, aku masih ragu.
Sangat ragu.

      Sampai hari ini tak satupun yg mampu aku tuntaskan dg seksama. Mimpi seakan sebatas mimpi saja. Semua hanya kenangan mania. Harapan menguasai sajak aksara saja tidak bisa. Bagaimana bisa menggenggam cakrawala.

Ah lagi-lagi mengapa aku harus mengikuti dunia literasi seperti ini? Apa sih untungnya untuk Bielalang yang suka melalang buana?

Jiwa dan hatiku terus bertanya-tanya.
Ah dasar jiwa yg tak tau arah!



Sabtu, 18 Februari 2017

Senandung Bahasa Qalbu


Tuhanku,
Aku tahu, tulisanku tidak memiliki sajak yg berarti.
Aku jg tahu, kalimat yg ku rangkai tidaklah menyentuh hati.
Akupun tahu, dari beberapa untaian kalimat polosku, terkadang ada yang tersakiti. Meski bukan maksudku untuk menyakiti.
Tahu. Aku hanya menyampaikan bahasa hatiku untukMu, Rabbi.

Picture By. Farah Aissya
Tuhanku,
Aku hanya menuliskan kalimat sederhana agar Engkau mengetahui bahwa aku sangat membutuhkanMu dalam mewujudkan harapanku. Aku tahu, bahwa Engkau lebih mengetahui dari apa yang aku tahu. Karena Kau Maha Tahu akan Segala Sesuatu.
Semoga Engkau tidak bosan, disetiap doa yg telah ku munajatkan kepadaMu, ku ulangi. Selalu ku ulang disetiap waktu. Kemudian tanpa malunya, aku menuangkan kembali dalam bentuk tulisan. Tulisan tanpa menggunakan bahasa baku. Kemudian tanpa rasa malu, menjadikannya sebagai catatan kecilku.
Mohon, maafkanlah aku yg telah mencintai bahasa qalbu.
Mohon, terimalah setiap goresan penaku sebagai bagian dari senandung hatiku untukMu.
 🙏🙏🙏🕑

Petikan Rindu

Cover by. Farah A, Batam, Indonesia
Resah menggelayut merdu dalam dawai cinta.
Menggetarkan hati, membuncah sukma
Oh, Asmara datanglah...
Sampaikan setiap petikan dawai cintaku menuju dia.

➽Farah A.

Minggu, 12 Februari 2017

Gerakan AKSI Pembela Kitab Suci

Picture by. Liputan 6 - Masjid Istiqlal, Jakarta

Sedih dan Miris melihat carut marut negeri ini.
Hati menangis dan menghiba di tengah kekacauan yang sedang terjadi.
Seolah-olah para mujahid/ah yang mencintai negerinya sendiri dianggap biang keladi.
Dianggap pejuang yang tidak tahu diri hanya karena membela potongan kalimat suci.
Bahkan dituduh sebagai aksi menuju demonstrasi anarki
Padahal tidak sama sekali!


Sahabat Negeri...
Ini adalah bentuk mencintai persatuan dan kesatuan negeri
Ini adalah bentuk gerakan agar saling menghargai
Ini adalah bukti bahwa toleransi akan keyakinan sangat dijunjung tinggi.
Mereka adalah pembela dan penegak kebenaran sejati.
Mereka adalah pasukan dengan keimanan yang hakiki.
Bersama para ahli cinta damai, dengan jiwa tulus melakukan aksi menyelamatkan negeri.


Ketahuilah Sahabat Negeri...
Tidak ada niat menyudutkan dan melengserkan kedudukan siapapun.
Mereka hanya ingin negerinya kembali damai dan saling menghargai.
Dan memastikan bahwa penghinaan atas keyakinan yang dijunjung tinggi di adili.


Sahabat Negeri...
Jangan menutup mata seolah tidak ingin tahu dengan apa yang terjadi.
Jangan memalingkan muka seolah-olah tidak peduli dengan perjuangan Mujahid/ah Negeri.
Jangan khianati hati yang sejujurnya merintih demi tegaknya keadilan di bumi pertiwi.
Jangan menjadi Pengkhianat bagi Agama sendiri.

Jangan! Jangan!
Jangan hanya diam!!
Open Your Eyes, Open Your Heart!

Mari berjuang bersama demi tegaknya Keadilan dan Toleransi di di Bumi Pertiwi.

Farah A.

Jumat, 10 Februari 2017

Ketika Menuju Kita

Trikora Beach, Kawal - Bintan, Kepulauan Riau


Dihari yang tepat, Kamu dan Aku akan menjadi Kita.
Mungkin saat ini, jarak hanya sebagai jembatan untuk menempuh menjadi kita;
Dan jika dihari pertemuan akan menjadi kita
Atau disuatu masa, ketika akan bersua
Jembatan itu runtuh, patah terbelah dua
Itu, Aku dan Kamu sedang masa uji coba
Sang Pemilik Jiwa sangat cinta kita

Kamu dan Aku tetap berbaik sangka, ya?
Tetap percayai bahwa setiap manusia ada pasangannya
Bila tidak di dunia
Maka, Kamu dan dan Aku akan bertemu di tanah surga.
Semoga....


Farah A.

Jumat, 03 Februari 2017

Cerita dalam Hujan


Cerita dalam Hujan 

Picture by. Farah A. (Sakera Beach - Bintan)

Batam, 04.02.2017 
Farah A.