Dimalam yang sunyi. Ketika semua orang sudah terlelap diiringi syahdunya rintikan hujan. Membuat jiwa-jiwa mereka semakin manja di taman impian. Namun aku? Aku hanya duduk tergugu. Diam membisu. Termanggu dengan pikiran terus melayang dan bertebaran bagai kapas yang diterpa angin selatan. Aku mulai menimba-nimba dan terus mencari makna. Dan aku terus menanyakan kepada hati yang semakin hari semakin rapuh.
Sebenarnya aku ini siapa?
Apa tujuanku sekarang?
Apa benar aku suka menulis?
Adakah alasan yang bisa aku buktikan, bahwa benar diriku mencintai dunia kepenulisan? Dunia literasi?
Ah, aku masih ragu.
Sangat ragu.
Sampai hari ini tak satupun yg mampu aku tuntaskan dg seksama. Mimpi seakan sebatas mimpi saja. Semua hanya kenangan mania. Harapan menguasai sajak aksara saja tidak bisa. Bagaimana bisa menggenggam cakrawala.
Ah lagi-lagi mengapa aku harus mengikuti dunia literasi seperti ini? Apa sih untungnya untuk Bielalang yang suka melalang buana?
Jiwa dan hatiku terus bertanya-tanya.
Ah dasar jiwa yg tak tau arah!




