![]() |
| Picture by. Liputan 6 - Masjid Istiqlal, Jakarta |
Sedih dan Miris melihat carut marut negeri ini.
Hati menangis dan menghiba di tengah kekacauan yang sedang terjadi.
Seolah-olah para mujahid/ah yang mencintai negerinya sendiri dianggap biang keladi.
Dianggap pejuang yang tidak tahu diri hanya karena membela potongan kalimat suci.
Bahkan dituduh sebagai aksi menuju demonstrasi anarki
Padahal tidak sama sekali!
Sahabat Negeri...
Ini adalah bentuk mencintai persatuan dan kesatuan negeri
Ini adalah bentuk gerakan agar saling menghargai
Ini adalah bukti bahwa toleransi akan keyakinan sangat dijunjung tinggi.
Mereka adalah pembela dan penegak kebenaran sejati.
Mereka adalah pasukan dengan keimanan yang hakiki.
Bersama para ahli cinta damai, dengan jiwa tulus melakukan aksi menyelamatkan negeri.
Ketahuilah Sahabat Negeri...
Tidak ada niat menyudutkan dan melengserkan kedudukan siapapun.
Mereka hanya ingin negerinya kembali damai dan saling menghargai.
Dan memastikan bahwa penghinaan atas keyakinan yang dijunjung tinggi di adili.
Sahabat Negeri...
Jangan menutup mata seolah tidak ingin tahu dengan apa yang terjadi.
Jangan memalingkan muka seolah-olah tidak peduli dengan perjuangan Mujahid/ah Negeri.
Jangan khianati hati yang sejujurnya merintih demi tegaknya keadilan di bumi pertiwi.
Jangan menjadi Pengkhianat bagi Agama sendiri.
Jangan! Jangan!
Jangan hanya diam!!
Open Your Eyes, Open Your Heart!
Mari berjuang bersama demi tegaknya Keadilan dan Toleransi di di Bumi Pertiwi.
Farah A.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih telah berkunjung. Silahkan tinggalkan pesan :)