Minggu, 07 Februari 2016

Terlambat

Terlambat

Hari ini, tepatnya Minggu, tanggal 07 Februari 2016 ini aku telambat. Aku melanggar komitmen diriku sendiri untuk yang pertama kalinya di dalam kehidupanku, Dan ini terjadi karena sebuah kelalaian. Aku sadari memang hal ini akan menjadi sebuah pelajaran untuk menjadi lebih baik. Mempersiapkan dan memeriksa secara rinci perlengkapan serta peralatan apa saja yang harus dibawa sebelum berangkat melaksanakan tugas dan tanggungjawab.

Jujur, jika dilihat dari kedatanganku sebelumnya di gedung tempat bekerja, hal ini sebenarnya aku tidaklah terlambat. Tetapi, sekali lagi karena "kelalaian" diriku sendiri yang mengakibatkan hal itu bisa terjadi. 
Aduuuh.. desir darahku tak berhenti, bagaimana ini? hatiku menanyakan bagaimana bisa masuk untuk ambil absen kehadiran? Security ruangan tidak ada, yg ada hanya security gedung. Mereka tidak diberi dan tidak memiliki akses apapun untuk masuk di area tugasku ini. Mereka hanya menjaga dan melindungi building ini saja. Tidak ada akses pintu masuk bagi mereka.
Ya Badge /ID Card ku ketinggalan. Badge bagaikan kunci dari segalanya bila sudah di kantor. Bila Badge /ID Card ini sudah tertinggal, akan hilang dan vakum segala aktivitasku di tempat kerja.

Segeraku putar otak ini, mencari solusi lain memikirkan apa yang harus aku lakukan. Kembali pulang dan menjemput badge rasanya tidak mungkin. Waktuku hanya tersisa 37 menit lagi. Jarak tempuh satu kali perjalanan di hari libur seperti ini memang akan lebih cepat sekitar 20 menit. Namun jika bolak balik akan memakan waktu 40 menit. Secara otomatis akan sama saja. Hasilnya juga akan telat. Belum lagi apabila akses jalan yang mulai macet.
Selanjutnya segera ku keluarkan ponsel dan menghubungi rekan kerja yang hari ini off.
Kak, hari ini yang masuk jam 7 siapa? tanyaku bergegas.
Ya ampuun, ternyata aku dijadwalkan dengan rekan yang biasa datangnya pas-pasan di jam masuk kerja. Bahkan tak jarang dia sering terlambat. Mindset ku sudah menyimpulkan negatif.
Tanpa pikir panjang lagi, ku tutup pembicaraan dan ku ucapkan terimakasih atas informasinya.
Ku alihkan ponsel dan segera menuju nomor partner kerja jam 07.00 ku pagi ini.
Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif, cobalah beberapa saat ini. ah kenapa malah operator selularnya yang jawab. Berkali-kali ku coba hubungi dan hasilnya tetap sama. Nomornya tidak aktif. :(
Hah.. Aku tidak boleh menyerah. 
Aku mencoba duduk sejenak dan memikirkan jalan keluar untuk bisa menghubunginya. Ku otak atik kembali nomor yang tersimpan di ponselku.
Aku mulai tersenyum, ternyata ada nomor yang bisa ku hubungi. Nomor teman satu kosnya. Biasa jika temannya membutuhkan informasi mengenai partner kerjaku pagi ini, dia menghubungiku. Beruntung aku ternyata menyimpan nomor tersebut heheeh..

tuut..tuut... masuk dan tersambung :)
Hallo? suara terdengar.
ya Hallo kak, bang Am nya ada? Sudah berangkat belum kak? langsung ku tanya seperti itu.
Oh iya, ini ada orangnya. Jawab dari suara yang kupanggil kakak tersebut.
....
Am  : Hoo hallo? Da apa?
Aku : Bang cepatlah... Aku ga bisa masuk, badge ku tertinggal. security ngga ada. Abang dah           

          berangkat? *(aku bertanya dengan sangat cepat, seperti mengintrogasi saja).
Am  : Iya, iya dah berangkat aku 
          *(mungkin maksudnya sudah mau berangkat)
Aku : Cepat ya..

Am  : Iya...
....
Percakapanpun langsung terputus.
Kini aku menunggu kedatangannya. waktu sudah menunjukkan 06.38 Wib.
Tersisa 22 menit lagi mnuju 07.00 wib.
Aku hanya duduk diam di sudut luar ruangan, dan ditemani oleh dua lift yang di off kan oleh security gedung. Sambil memecah kesunyianku seorang diri, aku cicipi sarapan - gorengan pagi yang sudah ku beli sebelum berangkat kerja tadi.

Ah..kenapa belum sampai juga? Pikiranku  mulai resah kembali. Sekarang sudah 06.58 wib.
Ya, sepertinya aku memang akan terlambat dihari ini.
Bang dimana? cepatlah, ntar kita telat absen. Isi pesan singkat yang ku tulis dan ku kirimkan kepadanya.
Dan akhirnya ke khawatiran itu nyata. Aku telat. Tercatat telat untuk yang pertama kalinya. partner kerja pagiku dihari ini baru sampai jam 07.07 wib. Dengan alasan hujan.
Ya sudahlah, mungkin ini sudah jalannya.
....
Dengan peristiwa hari ini, memberikan pelanjaran berharga  untuk hidupku.
Aku harus lebih berhati-hati, memeriksa dan mengecek kembali kelengkapan dan peralatan yang akan dibutuhkan. Tidak hanya di persiapan kerja saja. Tetapi di setiap aktifitas yang akan dilaksanakan tentunya. Dan satu hal lagi jangan sampai lupa. Tetaplah bersyukur atas nikmat yang telah kita terima. Semoga kita menjadi orang yang lebih baik. :)

Sabar itu Kunci Surga


Bismillah...

Sahabat seperjuangan.
Sungguh, sabar itu balasanya adalah surga.
Tidaklah mudah meraih surga yang didambakan, perlu usaha dan keyakinan yang tulus tanpa ada unsur lain dibelakangnya. Hanya orang-orang mulia yang percaya akan Dzat dan kekuasaan yang Maha Kuasa yang akan mampu membawa mereka ke surga.
Berbagai ujian dan cobaan yang harus dilewati, tidaklah harus untuk orang yang terkuat ataupun terkaya di dunia ini. Surga tetaplah di hadiahkan untuk mereka yang menang dalam ujian dan cobaan.

Mampu bersabar pastilah merasakan kesedihan. Bersedih hati bisa saja terjadi pada semua orang, bahkan tanpa dimintapun rasa itu sudah ada tersendiri didalam hati setiap insan. Hanya saja kita sebagai manusia dituntut untuk bisa meletakan kadar itu ditempat yang seharusnya sudah tertata.
Berbagai macam kita temui kesedihan di dunia ini. Terutama bila menjadi hamba yang sangat mendambakan surga. Cobaan menjadi semangat untuk tetap bertawakal dan sabar. Maka ujian menjadi bekal dalam meniti kehidupan di dunia.

Apapun kendala dan permasalahan hidup yang dihadapi, tetaplah yakini bahwa Allah memberi ujian itu karena tahu bahwa kita mampu melewati itu semua. Tetaplah bersabar, berdoa dan teruslah berupaya membangun kembali semangat pagi yang sudah dititipkan Allah di dalam jiwa. Memang sangat sulit untuk membangkitkan kembali hati yang terpuruk dan jiwa yang sudah terpukul. Namun semua itu harus dijadikan resep terjitu agar lebih baik dan menata kembali kehidupan yang lebih terarah.

Percayalah bahwa Allah memiliki rencana indah untuk kita. Percayalah Allah telah menyiapkan Syurga terindah untuk kita yang mampu melewatinya. Percayalah Allah itu Maha menepati janjiNya. Jangan takut, jangan risau karena sabar itu imbalannya syurga. Sepahir apapun lewatilah. Kita tahu bahwa tidakkan ada siang sebelum malam itu menghilang dan ia berubah menjadi terang.
Tetap semangat wahai jiwa yang malang, sabar menjadikan kita menang. Menang.. menang.. dan Menang.
wallahu 'alam.

**
Goresan ini ditulis untuk memotivasi jiwa dan hati yang sedang lemah bahkan saat ini mulai rapuh. Penulis memahami memang sangat sulit untuk bangkit ditengah problema yang menekan perasaan. Tetapi penulis berharap, bahwa tulisan ini dapat menginspirasi sahabat-sahabat yang mengalami tekananan dibidang apapun. Terutama untuk penulis pribadi.

Senin, 01 Februari 2016

Siapa yang menciptakan Allah? Terjawab karena Ilmu dan Aqidah

Pertanyaan seperti ini tentu pernah ditanyakan oleh setiap orang. Tak terkecuali saya pribadi ketika masih anak-anak :)

Sahabat yang seiman,
Allah telah memerintahkan kita untuk terus menuntut ilmu, jangan bersifat malas. Apalagi seorang muslim sudah sepatutnya kita terus merasa haus dengan ilmu. Ilmu yang bermanfaat ya tentunya :).
Orang yang memiliki ilmu, derajadnya akan diangkat dan ditinggikan  oleh Allah. Janji ini salah satunya tertuang di dalam Al Qur'an, Suroh Al Mujadilah ayat 11.

Hari ini saya tidak sengaja membaca artikel yang tentunya sangat bermanfaat untuk kita semua. Sejatinya ini adalah jawaban dan analogi terbaik yang pernah saya baca. :)
Semoga pengetahuan yang sudah di bagikan oleh penulis aslinya dan tokoh yang ada di dalam kisah berikut ini menjadi simpanan amal untuk mereka di akhirat kelak. Kita yang membaca semakin memperkokoh keimanan kepada Allah Azza Wajalla. Aamiin.
                                                                                                                  
===
Ada seorang Atheis yg memasuki sebuah masjid, dia mengajukan 3 pertanyaan yg hanya boleh dijawab dengan akal. Artinya tidak boleh dijawab dengan dalil, karena dalil itu hanya dipercaya oleh pengikutnya, jika menggunakan dalil (naqli) maka justru diskusi ini tidak akan menghasilkan apa-apa...

Pertanyaan atheis itu adalah:

1. Siapa yg menciptakan Allah?? Bukankah semua yg ada di dunia ada karena ada penciptanya?? Bagaimana mungkin Allah ada jika tidak ada penciptanya??

2. Bagaimana caranya manusia bisa makan dan minum tanpa buang air?? Bukankah itu janji Allah di Syurga?? Jangan pakai dalil, tapi pakai akal....

3. Ini pertanyaan ketiga, kalau iblis itu terbuat dari Api, lalu bagaimana bisa Allah menyiksanya di dalam neraka?? Bukankah neraka juga dari api??

Tidak ada satupun jamaah yg bisa menjawab, kecuali seorang pemuda.

Pemuda itu menjawab satu per satu pertanyaan sang atheis :

1. Apakah engkau tahu, dari angka berapakah angka 1 itu berasal?? Sebagaimana angka 2 adalah 1+1 atau 4 adalah 2+2?? Atheis itu diam membisu..

"Jika kamu tahu bahwa 1 itu adalah bilangan tunggal. Dia bisa mencipta angka lain, tapi dia tidak tercipta dari angka apapun, lalu apa kesulitanmu memahami bahwa Allah itu Zat Maha Tunggal yg Maha mencipta tapi tidak bisa diciptakan??"

2. Saya ingin bertanya kepadamu, apakah kita ketika dalam perut ibu kita semua makan? Apakah kita juga minum? Kalau memang kita makan dan minum, lalu bagaimana kita buang air ketika dalam perut ibu kita dulu?? Jika anda dulu percaya bahwa kita dulu makan dan minum di perut ibu kita dan kita tidak buang air didalamnya, lalu apa kesulitanmu mempercayai bahwa di Syurga kita akan makan dan minum juga tanpa buang air??

3. Pemuda itu menampar sang atheis dengan keras. Sampai sang atheis marah dan kesakitan. Sambil memegang pipinya, sang atheis-pun marah-marah kepada pemuda itu, tapi pemuda itu menjawab : "Tanganku ini terlapisi kulit, tanganku ini dari tanah..dan pipi anda juga terbuat dari kulit dari tanah juga..lalu jika keduanya dari kulit dan tanah, bagaimana anda bisa kesakitan ketika saya tampar?? Bukankah keduanya juga tercipta dari bahan yg sama, sebagaimana Syetan dan Api neraka??

Sang athies itu ketiga kalinya terdiam...

Sahabat, pemuda tadi memberikan pelajaran kepada kita bahwa tidak semua pertanyaan yg terkesan mencela/merendahkan agama kita harus kita hadapi dengan kekerasan. Dia menjawab pertanyaan sang atheis dengan cerdas dan bernas, sehingga sang atheis tidak mampu berkata-kata lagi atas pertanyaannya..

Itulah pemuda yg Islami, pemuda yg berbudi tinggi, berpengtahuan luas, berfikiran bebas... tapi tidak liberal... tetap terbingkai manis dalam indahnya Aqidah...

Ada yg berkata bahwa pemuda itu adalah Imam Abu Hanifah muda. Wallahu a'lam..
===

Dan ilmu ini saya dapatkan dari berbai akun yg sudah berbaik hati untuk give and sharing to public.
Teman-teman juga dapat mengunjunginya dengan judul yang sama. "Siapa yang menciptakan Allah?"

*Salam ukhuwah :)