Selasa, 15 November 2016

Pengertian Prosa, Karakteristik Prosa, Macam-macam Prosa

Seorang guru akan selalu mengharapkan setiap materi/pelajaran yang telah ajarkan dapat diterima dan diamalkan oleh semua siswa/i nya. Karena sudah menjadi kewajiban dan tanggungjawab bagi mereka  untuk menuntut siswa/i nya dapat memahami pelajaran yang diberikan. Meskipun ada siswa-siswi seolah acuh tak acuh, dengan kata lain guru sibuk mengarahkan di depan kelas, siswanya juga sibuk sendiri di belakang kelas. Namun dengan ketulusan dan semangat mengajarnya, sang guru tidak akan memelas. Karena jauh di dalam lubuk hatinya hanya ada satu keinginan "Bahwa suatu hari semua siswanya akan tumbuh menjadi lebih baik".

Kalimat harapan yang dipendam oleh pahlawan tanpa jasa ini sepertinya sudah melekat didalam diri. "Saya akan Menjadi Orang yang Lebih Baik". Sehubungan dengan itu, lima bulan terakhir dengan perlahan penulis mencoba menggali kembali ilmu yang pernah disampaikan oleh guru bidang Bahasa Indonesia dan Sastra sewaktu masih bertitle sebagai murid/pelajar di bangku sekolah maupun perkuliahan.Ya, meskipun ketika berstatus sebagai Mahasiswa, saya malah memilih akademik di bidang Ilmu Ekonomi dan konsentrasi Ilmu Akuntansi Pemerintahan. Tetapi juga juga ingin mencintai bidang lain. Mungkin ini adalah tahapan awal, pada page ini penulis merangkum salah satu ilmu di bidang Sastra - Literasi mengenai Prosa.

 
Pengertian Prosa 


Kata prosa berasal dari bahasa latin “prosa” yang artinya “terus terang”. Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karenanya, prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya.


Prosa ialah karya sastra dalam bentuk bahasa yang terurai (tulisan bebas) tidak terikat oleh rima, ritma, jumlah baris dan sebagainya. Bisa juga diartikan suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena variasi ritme (rhythm) yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya atau bisa juga diartikan sebagai hasil karya sastra lisan dan tulisan yang panjang, baik yang berbentuk cerita ataupun bukan cerita.

Jenis-Jenis Prosa 

Prosa biasanya dibagi menjadi empat jenis:

    1. Prosa naratif
    2. Prosa deskriptif
    3. Prosa eksposisi
    4. Prosa argumentatif

Berdasarkan jamannya, prosa dibedakan menjadi dua jenis, yaitu prosa lama dan prosa baru. 
 

A. Prosa Lama

Prosa lama adalah bentuk karya sastra yang belum dipengaruhi oleh kebudayaan barat (masih banyak terpengaruh oleh kesustraan hindu dan arab). Karya sastra prosa lama yang mula-mula timbul disampaikan secara lisan atau diceritakan dari mulut ke mulut. disebabkan karena belum dikenalnya bentuk tulisan. Namun, saat ini kita sudah bisa menemukan karya sastra prosa lama dalam bentuk tulisan. Setelah agama dan kebudayaan Islam masuk ke indonesia, masyarakat menjadi akrab dengan tulisan, bentuk tulisan pun mulai banyak dikenal. Sejak itulah sastra tulisan mulai dikenal dan sejak itu pulalah babak-babak sastra pertama dalam rentetan sastra indonesia mulai ada.



Berikut ini adalah bentuk-bentuk prosa lama, yaitu:

a. Hikayat

Hikayat adalah tulisan fiktif dan tidka masuk akal yang menceritakan tentang kehidupan para dewi, dewa, pangeran, raja, dan lain-lain. Contohnya adalah Hikayat Hang Jebat, Hikayat Nabi Sulaiman, Hikayat Raja Bijak, dan lain-lain.

b. Sejarah (Tambo)

Sejarah adalah tulisan yang menceritakan tentang peristiwa-peristiwa tertentu. Ada dua jenis sejarah, yaitu sejarah sastra lama dan baru. Contoh tulisan berbentuk sejarah adalah Sejarah Melayu yang ditulis oleh Tun Sri Lanang pada tahun 1612.

c. Kisah

Kisah adalah tulisan-tulisan pendek. Kisah menceritakan tentang cerita perjalanan, pengalaman atau petualangan orang-orang jaman dulu. Salah satu contoh kisah adalah Kisah Raja Abdullah menuju Kota Mekkah.

d. Dongeng

Dongeng bercerita tentang khayalan-khayalan masyrakat pada zaman dahulu. Dongeng sendiri terdapat beberapa bentuknya, seperti:

  1. Myth (Mitos) bercerita tentang hal-hal gaib, contohnya seperti Ratu Pantai Selatan, Dongeng tentang Batu Menangis, Dongeng asal-usul kuntilanak, dan lain-lain.
  2. Legenda bercerita tentang sejarah atau asal-muasal terjadinya sesuatu, contohnya seperti Legenda Tangkuban Perahu, Legenda Pulau Jawa, dan lain-lain.
  3. Fabel bercerita kisah yang tokohnya adalah binatang, contohnya seperti Si Kancil dan Buaya, Si Kancil yang Cerdik, dan lain-lain.
  4. Sage bercerita tentang kisah pahlawan, keberanian, atau kisah kesaktian , contohnya seperti Ciung Winara, Patih Gadjah Mada, Calon Arang, dan lain-lain.
  5. Jenaka atau Pandir mengisahkan orang-orang bodoh yang bernasib sial yang sifatnya untuk melucu atau humor, contohnya seperti Dongeng Abunawas, Dongeng Si Pandir, dan lain-lain.
Ciri-ciri Prosa Lama :
  1. Prosa lama bersifat statis 
  2. Cerita berkisar di istana (istana sentris) 
  3. Kebanyakan bersifat khayal 
  4. Banyak terpengaruh oleh kesustraan hindu dan arab  
  5. Bersifat anonim (nama pengarang tidak disebutkan)
B. Prosa Baru

Prosa baru adalah bentuk karya sastra yang telah dipengaruhi oleh kebudayaan barat. Bentuk prosa ini muncul karena prosa lama dianggap tidak moderen dan ketinggalan jaman.

Bentuk-bentuk prosa baru antara lain:

a. Roman

Roman adalah tulisan yang mengisahkan hidup seseorang dari lahir hingga meninggal secara menyeluruh, contohnya seperti Layar Terkembang karya Sultan Takdir Ali Syahbana.

b. Novel

Novel adalah cerita yang panjang tentang kehidupan, sifatnya bias fiktif atau no-fiktif, contohnya seperti Novel Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Ave Maria, dan lain-lain.

c. Cerpen

Cerpen adalah adalah cerita pendek yang menceritakan sebagian kecil dari kisah pelaku utamanya. Konflik yang mengubaj sikap pemeran utama, inilah yang embedakan cerpen dan novel. Contoh cerpen yaitu Robohnya Surau Kami karya A.A Navis, Keluarga Gerilya karya Pramoedya Ananta, dan lain-lain.

d. Riwayat

Riwayat bercerita tentang kisah hidup orang atau biasanya tokoh terkenal atau yang menginspirasi. Ada dua jenis riwayat, yaitu biografi (ditulis oleh orang lain) dan otobiografi (ditulis sendiri oleh tokoh tersebut).

e. Kritik

Kritik adalah bentuk tulisan yang sifatnya memberi alas an atau menilai/menghakimi karya atau hasil kerja seseorang.

f. Resensi

Resensi adalah tulisan yang merangkum atau mengulas suatu karya, baik buku, seni, musik, film, atau karya lainnya. Resensi memberikan sudut pandang tentang baik dan buruknya karya tersebut. Dengan kata lain, resensi memberikan gambaran untuk mempertimbangkan apakah kita harus menikmati karya tersebut atau tidak.

g. Esai

Esai adalah tulisan yang berisi sudut pandang atau opini pribadi tentang suatu hal yang menjadi topic atau isu dalam tulisan tersebut.

C. Prosa Menurut Isi

Menurut isinya prosa terdiri atas prosa fiksi dan nonfiksi.

1. Prosa Fiksi

Prosa fiksi ialah prosa yang berupa cerita rekaan atau khayalan pengarangnya. Isi cerita tidak sepenuhnya berdasarkan pada fakta. Prosa fiksi disebut juga karangan narasi sugestif/ imajinatif. Prosa fiksi berbentuk cerita pendek (cerpen), novel, dan dongeng. Di dalam prosa fiksi, terdapat unsur-unsur pembangun yang disebut unsur intrinsik, yaitu: tema, alur/plot, penokohan, latar, amanat, sudut pandang pengarang, dan gaya bahasa.



2. Prosa Nonfiksi

Prosa nonfiksi ialah karangan yang tidak berdasarkan rekaan atau khayalan pengarang tetapi berisi hal-hal yang berupa informasi faktual (kenyataan) atau berdasarkan pengamatan pengarang. Prosa nonfiksi disebut juga karangan semi ilmiah, yang termasuk karangan semi ilmiah ialah: artikel, tajuk rencana, opini, feature, biografi, tips, reportase, jurnalisme baru, iklan, dan pidato.


D. Unsur-unsur Intrinsik dalam Prosa

  1. Tema adalah tentang apa prosa tersebut berbicara.
  2. Amanat atau pesan yaitu nasehat yang hendak disampaikan kepada pembaca.
  3. Plot atau alur adalah rangkaian peristiwa yang membentuk cerita.
  4. Perwatakan atau karakteristik atau penokohan adalah cara-cara pengarang menggambarkan watak pelaku.
  5. a. Sudut pandang adalah cara pengarang menempatkan diri.
    b. Sudut pandang orang pertama adalah pengarang sebagai pelaku.
    c. Sudut pandang orang ketiga adalah pengarang tidak menjadi pelaku.
  6. Latar atau seting adalah gambaran atau keterangan mengenai tempat, waktu, situasi atau suasana berlangsungnya peristiwa.
  7. Gaya bahasa adalah corak pemakaian bahasa.
Baiklah, sepertinya cukup mengenai prosa. Kalo Sahabar Bielalang menemukan yang kurang tepat, mohon dibantu luruskan, yah! Sebab, saya pun masih tahap menggali ilmu-ilmu yang sudah lama ditinggalkan.

Semoga hari kita selalu menyenangkan^^
Semangat berlatih!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung. Silahkan tinggalkan pesan :)