Surat Kecilku untuk Rasul
Ya Rasulullah...
Sudikah engkau menerimaku menjadi umatmu?
Sudikah engkau bertemu denganku??
Sudikah engkau menatapku di masanya kelak?
Sudikah engkau memelukku di akhirat nanti?
Sudikah engkau memberikan syafaatmu untuk umat yang mengaku mengidolakanmu ini?
Ya Rasulullah...
Aku sungguh mencintaimu,
Aku sungguh merindukanmu melebihi apapun.
Aku sungguh memuliakanmu melebihi siapapun.
Aku sungguh ingin bertemu denganmu.
Aku sungguh ingin memelukmu.
Aku sungguh ingin dapat menatap indah wajahmu.
Aku sungguh, sungguh, sungguh ingin bercerita denganmu.
Aku ingin duduk dan berada disampingmu, mendengarkan semua kisah-kisah perjuanganmu.
Perjuanganmu membela Islam. Islam nan begitu indah dan mendamaikan jiwaku.
Ya Rasulullah...
Maaf kan aku, mengaku mencintaimu tetapi tidak mengamalkan sunnah dan perintah yang telah engkau sampaikan. Bahkan tak jarang diri yang mengaku merindukanmu ini semena-mena dengan apa yang telah engkau amanahkan.
Ya Rasulullah...
Maafkan diri ini, mengaku merindukanmu; namun tak jarang diriku lebih sering melupakanmu di dalam perjalanan kehidupanku. Bahkan aku dengan egonya mengaku terus rindu akan engkau padahal tidak melakukan amalan baik dikesempatan waktu yang telah Allah berikan. Aku tidak mampu menjalin silaturrahim yang berkelanjutan dengan saudara-saudara yang Allah ciptakan. Bahkan dengan saudara satu aliran darahpun aku belum mampu memelihara silaturrahim ini. Dan masih pantaskah diri ini merindukanmu ya Rasulullah? Masih pantaskah diri ini menjadi bagian dari umatmu?
Ya Rasulullah...
Maafkan diri ini, mengaku memuliakanmu melebihi apapun; namun aku seringlah tidak santun terhadap yang lebih tua dari diri ini. Sering bertela-tele dengan Ibu yang telah melahirkanku ke dunia. Bahkan tak jarang diri yang mengidolakanmu ini, seakan lebih sering menyakiti perasaan Ibu/Bapaknya sendiri. Padahal diri ini mengetahui betapa engkau memuliakan orang yang lebih tua apalagi Ibu/Bapakmu sendiri. Tetapi apa yang telah diri ini lakukan. Diri yang mengaku memuliakanmu belum mampu memuliakan orang-orang yang engkau anjurkan utk dimuliakan. Masihkan diizinkan diriku tetap memuliakanmu melebihi siapapun ?
Ya Rasulullah...
Maafkan diri ini, mengaku ingin bertemu denganmu; namun apa yang sudah diri ini lakukan? Ia hanya mengaku dan berhasrat seperti itu saja. Ia tidak melakukan amalan yang engkau perintahkan. Diri ini masihlah sering terlena dengan tokoh-tokoh yang ada di dunia fana. Bahkan tak jarang diri ini berjumpa dialam mimpi dengan tokoh fana tersebut. Seakan diri ini lebih mengidolakannya dibandingkan sosokmu. Diri ini menjadi lupa akan engkau. Sebab itukah diri ini tidak dapat bertemu denganmu ya Rasulullah?
Ya Rasulullah...Maafkan diri ini, mengaku sungguh ingin memelukmu; namun hati ini masih kotor, amalanku masih sangat buruk, ucapan demi ucapan yang keluar dari mulut ini masih begitu kasar dan banyak kenistaan. Bahkan wajah dan seluruh anggota tubuh ini masih begitu kusam dan sangatlah kering, karena jarang sekali basah oleh wudhu yang telah engkau anjurkan. Masih mungkinkah diri yg begitu kotor ini dapat memelukmu ya Rasulullah?
Ya Rasulullah...
Maafkan diri ini, mengaku sungguh inginkan menatap indah wajahmu; namun diri ini belum mampu membersihkan apa yang didalam diri ini. Pakaian kemulyaan sebagai seorang mukminin pun belum mampu ku tegakkan sepenuh hati. Bahkan pakaian sebagai seorang muslimah yang sudah dijelaskan di dalam Al-Qur'an tak jarang aku masih melalaikannya. Dan sekarang bagaimana mungkin diri ini dengan tamaknya mengatakan ingin menatap wajahmu ya Rasulullah, Masih pantaskah hasrat ini dapat terwujud?
Ya Rasulullah...
Maafkan diri ini, betapa aku ini ingin berada di dekatmu, menepi disampingmu, duduk di depanmu, dan sangat inginkan dengan hikmat mendengarkan syahdu cerita dari suaramu; namun masihkah pantas diri ini? karena pikiranku hingga sekarang belum jua mampu mengingat semu kisah perjuanganmu di dalam memperjuangakan dan membela Islam. Bahkan untuk mendengarkan kisah suram dan tangismu yang akhirnya berbuah manis di hadapan para pejuang pembela Islam di seluruh belahan bumi saja diri ini masihlah sangat jarang. Diri ini malah lebih terlena dengan aktor-aktor dunia maya yang tidak jelas asal usul mereka. Maafkanlah karena tetap berharap berjumpa denganmu.
Ya Rasulullah...
Maafkan diri ini, dengan sombng dan tamak mengharap syafaatmu; namun diri ini jarang sekali bersholawat atas dirimu. Bagaimana mungkin ya Rasulullah...
Maafkanlah hati ini, sangat egois mengharapkan ini semua. Tetapi tidak mengamalkan sunnah dan kewajiban sebagai hamba Allah Maha Agung.
Ya Rasulullah...
Maafkan umat yang mengaku mencintaimu ini.
Ya Rasullah... Maaf...
Allahumma sholli 'ala muhammad
Wa 'ala ali muhammad.
Wassalamu'alaikum,
Umatmu ya Rasulullah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih telah berkunjung. Silahkan tinggalkan pesan :)