Senin, 12 September 2016

PERINTAH QURBAN

Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamu'alaikum warohmatullahi wa barokatuh.

Allahu Akbar...
     Allahu Akbar...
          Allahu Akbar...
Laa illaha illallah... Wallahu Akbar. 

Selamat Hari Raya Kurban ^^ 
Selamat Hari Raya Idul Adha 1437H.


Di hari ini bielalang ingin sharing sedikit mengenai "Perintah Qurban". Ini sedikit rangkuman yang bielalang dengarkan tadi pagi ketika khatib menyampaikan khutbahnya dan beberapa contekan dari beberapa artikel Islam. Kita ketahui bersama bahwa seorang muslim yang dikaruniakan Allah kemampuan dan kemudahan sangat dianjurkan untuk berqurban. Seekor kambing atau domba untuk satu orang. Sapi untuk tujuh orang dan onta untuk sepuluh orang.
  • Pengertian Qurban
Qurban diartikan sebagai penyembelihan binatang ternak (onta, sapi, kambing dan domba) di hari-hari Nahr dengan niat mendekatkan diri (taqarruban) kepada Allah SWT dengan syarat-syarat tertentu.
  • Hukum 
Menurut jumhur ulama hukum qurban adalah Sunnah Muaqqah (Sunnah yang sangat ditekankan). Sedangkan menurut menurut mazhab Abu Hanifah hukumnya adalah wajib.
  • Perintah Qurban
Di dalam AL-Qur'an Surat Al-Kautsar ayat 2, Allah SWT berfirman, "Maka dirikanlah sholat karena Tuhanmu dan berkorbanlah". Demikian juga Rasulullah bersabda, "Siapa yang memiliki kelapangan dan tidak berqurban, maka jangan dekati tempat sholat kami" (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim). Hal ini menunjukkan pentingnya ibadah qurban. Qurban merupakan simbol pengorbanan seorang hamba kepada Allah SWT, sebagai bentuk ketaatan kepadaNya. Dan qurban merupakan ibadah yang paling dicintai oleh Allah SWT di hari Nahr (penyembelihan).
  • Kisah & Tauladan Qurban
Sahabat seperjuangan, 
Perintah qurban merupakan bentuk syariat Islam yang sudah ada semenjak Nabi Adam AS ada. Sebagaimana dalam kisah putra putri nabi Adam, Qabil-Iklima dan Habil-Labuda. Nabi Adam memerintahkan kepada anak-anaknya untuk menikah secara bersilang. Habil menikah dengan Iklima dan Qabil menikah dengan Labuda. Namun, Perintah nabi Adam ini ditolak oleh Qabil dengan alasan ia mencintai Iklima yang memiliki paras lebih cantik dibandingkan saudara Habil, Labuda. Kemudian Allah memerintahkan kepada Nabi Adam untuk menguji kedua anaknya itu dalam memberikan persembahan terbaik dari hasil usaha mereka kepada Allah SWT. Qabil memberikan persembahan berupa hasil perkebunan yang kurang baik. Sedangkan Habil mempersembahkan hewan ternak yang gemuk dan sehat. Harta yang dikurbankan itu disimpan di suatu tempat di Padang Arafah. Dan Allah hanya menerima kurban dari Habil yang gemuk dan sehat. Peristiwa qurban yang dilakukan oleh kedua anak Nabi Adam ini dijelaskan oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat Al- Maidah ayat 27.  
“Ceritakanlah (Muhammad) yang sebenarnya kepada mereka tentang kisah kedua putra Adam, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka (kurban) salah salah seorang dari mereka berdua (Habil) diterima dan dari yang lain (Qabil) tidak diterima. Dia (Qabil) berkata, "Sungguh, aku pasti membunuhmu!" Dia (Habil) berkata, "Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang yang bertakwa”.
Kita lanjutkan lagi ya^^

Perintah qurban yang dilaksanakan oleh keluarga Ibrahim AS. Nabi Ibrahim diperintahkan Allah SWT untuk mengorbankan anaknya, Ismail AS. Hal tersebut juga sudah disebutkan di dalam Kitab Suci Al-Qur'an surat As-Shaaffaat ayat 102. Silahkan gugling atau membuka Al-Qur'an, teman-teman dapat membacanya disana dengan hikmat^^

Setelah kisah keluarga Nabi Adam AS dan keluarga Nabi Ibrahim AS diatas, kemudian qurban ditetapkan sebagai bagian dari syariah Islam kepada Nabi Muhammad SAW. Silahkan membuka Al-Qur'an Surat Al Hajj ayat 32.
"Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah)".
Rasulullah SAW melakukan qurban pada saat melakukan Haji Wada di Mina. Kala itu Rasulullah menyembelih 100 ekor onta. 63 ekor di sembelih oleh tangan Rasulullah sendiri dan sisanya di sembelih oleh Ali bin Abu Thalib.

Melalui qurban, banyak nilai-nilai yang bisa kita ambil untuk kehidupan sehari-hari. Selain pesan moral untuk saling berbagi dengan sesama, maka dengan berqurban mengajarkan kepada kita bahwa apa yang menjadi kecintaan kita terhadap harta benda haruslah tetap mengutamakan kecintaan kepada Allah SWT. Dan qurban merupakan bentuk rasa syukur akan nikmat Allah SWT yang telah kita terima dan qurban adalah bentuk ketaqwaan seorang hamba kepada Allah SWT.

Sahabat seperjuangan...
Sudahkah sahabat berkurban di kesempatan tahun ini?
Jika belum, yuk sama-sama mulai menyisihkan sedikit rezeki yang telah Allah SWT titipkan kepada kita. Mulai dengan nominal kecil saja. Tetapi rutin dilakukan setiap hari. Insya Allah akan tercapai. Bila tidak memungkinkan tahun ini, maka masih berkesempatan tahun depan. 
Jika masih belum terkumpul, maka niatkan tahun depannya lagi.
Oh tidak juga? maka tahun depan lagi. 
Wah, masih belum? Berarti tahun depannya lagi. 
Lagi..lagi..lagi dan lagii...
Yang pasti niatnya jangan sampai lupa untuk dapat dan mampu berkurban satu kali dalam seumur hidup^^ 
 
Mari kita tunaikan qurban dari rezeki yang Allah titipkan kepada kita. Bila Rasulullah saja pernah berqurban dengan 100 ekor onta atau setara 2 milyar nilai sekarang. Maka keberatankah kita untuk berqurban dengan seekor kambing yang rata-rata saat ini seharga 1 dinar atau sekitar 2,5 juta?

Semoga Allah memudahkan dan melancarkan niat kita dalam mengharap ridho dan ketaqwaan kepada-Nya. Aamiin..

Allahu Akbar...
     Allahu Akbar...
          Allahu Akbar...
Laa illaha illallah... wallahu Akbar.
Allahu Akbar walillah ilham.

Wassalam,
Ceritakanlah (Muhammad) yang sebenarnya kepada mereka tentang kisah kedua putra Adam[1], ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka (kurban) salah salah seorang dari mereka berdua (Habil) diterima dan dari yang lain (Qabil) tidak diterima[2]. Dia (Qabil) berkata, "Sungguh, aku pasti membunuhmu!" Dia (Habil) berkata, "Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang yang bertakwa - See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/01/tafsir-al-maidah-ayat-27-37.html#sthash.OfRoUbZM.dpuf
Ceritakanlah (Muhammad) yang sebenarnya kepada mereka tentang kisah kedua putra Adam[1], ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka (kurban) salah salah seorang dari mereka berdua (Habil) diterima dan dari yang lain (Qabil) tidak diterima[2]. Dia (Qabil) berkata, "Sungguh, aku pasti membunuhmu!" Dia (Habil) berkata, "Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang yang bertakwa - See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/01/tafsir-al-maidah-ayat-27-37.html#sthash.OfRoUbZM.dpuf
Ceritakanlah (Muhammad) yang sebenarnya kepada mereka tentang kisah kedua putra Adam[1], ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka (kurban) salah salah seorang dari mereka berdua (Habil) diterima dan dari yang lain (Qabil) tidak diterima[2]. Dia (Qabil) berkata, "Sungguh, aku pasti membunuhmu!" Dia (Habil) berkata, "Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang yang bertakwa - See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/01/tafsir-al-maidah-ayat-27-37.html#sthash.OfRoUbZM.dpuf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung. Silahkan tinggalkan pesan :)