Alam...
Dapatkah engkau mendengarkan?
Mendengar sebuah rintihan?
Rintihan seekor bielalang..
Bielalang yang bersenandung dalam ratapan kehidupan.
Dapatkah engkau mendengarkan?
Mendengar sebuah rintihan?
Rintihan seekor bielalang..
Bielalang yang bersenandung dalam ratapan kehidupan.
Alam...
Diujung daun ilalang,
Kakinya mencengkram kuat
Menggenggam erat..
Dua di depan, empat di belakang.
Di lengkapi sepasang antena panjang menjulai
Bak satelit hebat yang menyerap ilmunya sang alam
Kakinya mencengkram kuat
Menggenggam erat..
Dua di depan, empat di belakang.
Di lengkapi sepasang antena panjang menjulai
Bak satelit hebat yang menyerap ilmunya sang alam
Oh bielalang..
Ia bersenandung dalam ratapan kehidupan.
Diujung daun ilalang,
Kakinya mencengkram mengengam erat,
Dua di depan empat di belakang.
Kakinya mencengkram mengengam erat,
Dua di depan empat di belakang.
Oh bielalang..
Diatas daun nan bergoyang
Sang bielalang tetap asyik memandang masa depan.
Diatas daun nan bergoyang
Sang bielalang tetap asyik memandang masa depan.
Oh bielalang..
Gerakan dan tindakanmu menyerta didalam impian.
Gerakan dan tindakanmu menyerta didalam impian.
Hati dan pikiranmu menggumpal menjadi sebuah harapan..
Alam...
Pandangilah sang bielalang
Menjelang datangnya harapan,
Jarinya terkepal, kakinya melemah, tubuhnyapun terkapar.
Inilah parasitnyasang bielalang.
Jarinya terkepal, kakinya melemah, tubuhnyapun terkapar.
Inilah parasitnyasang bielalang.
Namun, demi sebuah harapan
Tidak lah jadi penghalang.
Tidak lah jadi penghalang.
Kerana semangat dalam jiwa selalu berkobar,
Bagaikan api yang menyala,
Tapi tetap tenang.
Thanks to.
Palo Mudo 'Am.
Editing: Akun Bielalang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih telah berkunjung. Silahkan tinggalkan pesan :)