Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh...
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437H.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437H.
![]() |
| Bulan Ramadhan jangan tinggalkan Al-Qur'an |
Sejujurnya, sangat sedih ditinggalkan dan harus meninggalkan bulan yang penuh berkah (Ramadhan). Bulan yang hanya satu kali kita dapati diantara dua belas bulan yang Allah anugerahkan untuk kita bersama. Terkadang saya pun sering merenungkan dan berfikir dengan sendirinya, "memang apa saja yang telah saya lakukan selama ramadhan? memangnya saya segera mendapati apa yang telah saya idamkan ataupun saya niatkan selama ramadhan? memangnya Rasulullah memeluk saya selama ramdhan? dan sampai terlintas memangnya Allah melihatkan Rupa Indahnya jika saya mampu berpuasa penuh, menuntaskan bacaan/mengkhatamkan Al-Qur'an berulang-ulang dalam rentang 1 bulan penuh (Ramadhan)?"
Ah.. sepertinya tidak, saya tidak mampu menjawab. Tetapi tetap saja, mengapa harus sedih? Mengapa saya harus menangis ketika Ramadhan pergi? Apa sebenarnya yang saya sedihkan? Apa yang saya tangisi?
Sahabat Bielalang yang senasib dan seperjuangan di jalan Allah.
Ingin sekali mengakui bahwa saya sering meminta agar saya:
"Dijadikan sebagai seorang yang lebih baik, meminta Allah tidak meninggalkan saya, meminta agar Allah menjaga Ibu, melindungi keluarga, memelihara teman-teman saya, menempatkan ayah saya bersama orang-orang yang Ia muliakan di surga. Jangan memberikan rasa sakit kepada ibu saya di usia yang sedang beliau lalui saat ini. Namun apabila rasa sakit tersebut terpaksa Allah hadiahkan kepada ibu saya untuk*menghapuskan dosanya. Allah.. izinkanlaah, biarkan sosok anak hina dihadapanMu ini saja yang merasakan kepedihan dari sakit yang engkau timpakan. Karena saya adalah anak mudanya, saya adalah titipanMu untuknya, Mohon pantaskanlah pengharapan ini di hadapanMu".
Berulang-ulang doa seperti itu terus terucap. Jika ibadah sholat wajib ditunaikan lima kali dalam satu hari. Maka permohonan seperti inipun terlontar tidak kurang dari jumlah sholat wajib tersebut. Bait-bait ini mengalir begitu saja. Apakah mungkin karena permohonan seperti ini yang menjadi salah satu penyebab saya harus bersedih dan menangis ketika harus mendengar gema takbir berkumandang silih berganti di penghujung ramadhan? haruskah saya kehilangan kesempatan dimana Allah menjanjikan **melipatgandakan amalan yang sangat menggiyurkan sepanjang Ramadhan?. Haruskah saya menunggu kesempatan tahun depan agar setiap permohonan/amalan saya dilipatgandakan kembali?
Biarlah Allah yang menentukan, saya percaya Allah lebih memahami apa yang saya butuhkan. Berlalulah Ramadhan, selamat datang hari kemenangan 1 Syawal 1437H. Semoga tahun depan Allah perkenankan untuk kita bertemu dan bersama kembali di dalam nuansa keimanan yang lebih baik dan lebih berkualitas disetiap amalan kemulyaan yang akan saya lakukan.^^^^^^^^^^^^^^^
Landasan Hadits.
*"Tiada seorang mu'min yang merasakan sakit, kelelahan (kepayahan), diserang penyakit (kesusahan) sampai duri yang menusuk (tubuhnya) kecuali dengan itu Allah menghapuskan dosa-dosanya". (HR. Bukhori).
**"Barang siapa yang membaca satu huruf dari kitabullah, maka ia mendapat satu kebaikan dan satu kebaikan tersebut ia mendapat sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan Alif Lam Mim satu huruf. Tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf". (HR. Tirmidzi).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih telah berkunjung. Silahkan tinggalkan pesan :)