Minggu, 23 April 2017

Embun Pagi 8

Picture by. Farah Aissya
Betapa bangganya menjadi seseorang yang bergelar muslim maupun muslimah. Wajahnya teduh karena rindu dengan Sang Pencipta. Matanya tajam karena tak henti memandangi kebenaran ajaran Qur'an. Sentuhan tangannya memberi kehangatan karena amalan yang ia lakukan diselimuti ketulusan. Langkah kakinya pun tegap, kuat mencekam karena berjalan di dalam keimanan. Sungguh damainya menjadi seorang muslim-muslimah sejati. 

Menjadi muslim dan muslimah sejati adalah impian semua hati yang mengakui bahwa Tuhan itu Esa. Tunggal tidak ada duanya. Tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tentulah tidak ada duanya dibanding dengan siapapun. Pemahaman ini sudah dijelaskan lebih lanjut melalui ayat-ayat mulia di dalam Al-Kitab yang diturunkan Allah kepada Nabi-Nya; Daud AS. (Kitab Zabur), Musa AS. (Kitab Taurat), Isa AS (Kitab Injil). dan Muhammad SAW(Kitab Al-Qur'an). 

Saat ini kita tinggal menerapkan apa yang ada di dalamnya saja. Jangan menyimpang. Dan jangan berpedoman kepada segala sesuatu yang belum jelas kebenarannya. Apalagi yang sudah di rubah isinya oleh tangan-tangan yang tidak bertanggungjawab, oleh kepala-kepala yang merasa dirinya paling hebat.

Apabila ada keraguan hendaklah bertanya kepada yang lebih memahami isi kandungan kitab tersebut. Jangan mengikuti sekehendak sanubari yang pada akhirnya menuju kesesatan. Allah jelas-jelas menghadiahkan akal untuk dapat berpikir. Menyelipkan hati untuk memfilter ulang setiap yang dipikirkan. Mengapa tidak membolak-balikkannya? Gunakan sebaik mungkin. Mohonkan pada Tuhan yang satu untuk memberi petunjuk. Petunjuk yang benar-benar lurus. Tidak menyimpang, lagi keliru.

Dan ingat!
Jangan menyombongkan diri. Ingatlah Allah itu maha Kuasa akan segala sesuatu. Rendahkan diri kita ketika meminta. Namun keraskan tekad ketika berdoa.

Semoga kita menjadi insan sholeh-sholehah sesuai keinginan hati nun suci.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung. Silahkan tinggalkan pesan :)