Senin, 17 April 2017

Rezeki Bukan Hanya Materi

Tadi siang saya dan seorang sahabat sempat berbincang mengenai panorama hati di perantauan. Cerita susah-senang, pahit- manis, dan asam-garamnya hidup di rantau sama-sama kami sudahi dengan saling tertawa saja. Tidak akan ada yang memahami situasi kami pada saat itu. Karena suasana perantauan itu tak semuanya sama. Hakikatnya mereka yang menjalani kehidupan di rantau akan memiliki kisah sendu dan pilu yang berbeda. Pokoknya perantau itu memiliki kekuatan khusus dalam menjalani kehidupan. Anggap saja seperti itu. Setuju tidak setuju. Maaf keun Bielalang, yah? Kali ini sengaja ingin kelihatan ego dulu. #eh

Tak lama setelah tertawa seperti itu, tiba-tiba seorang sahabat dari kontrakan sebelah datang mengangetkan kami. Suaranya terdengar riang lengkap dengan lagu yang ia dendangkan. Entahlah saya kurang tahu, ia menyanyikan lagu apa. Karena hanya terdengar dudududuu-nya saja. Tapi tak masalah, melihat sahabat ceria, saya ikut merasa bahagia. "Lagi apa tuuh? Cieeh yang lagi kaya. Udah gajian ya?" Celetuknya sambil menghampiri kami yang memang dari tadi menikmati cemilan sambil berbincang-bincang. "Heehh... Jangan dekat... Jangan mendekat, cuci tangan dulu sanah!" timpal sahabat yang tepat disamping saya, Bielalang. Ucapan seperti ini hanyalah candaan sesama teman, tujuannya pun adalah menjalin keakraban satu sama lain. Jangan dikira serius, karena setelah itupun, kami semua tertawa lebar dan sahabat yang di suruh cuci tangan pun, boro-boro mau. Weleh mah langsung makan aja. Enggak peduli apakah sudah ditawarkan atau belum. (Saran khusus: Jangan asal menimpali atau menabok kawan seperti kelakuan kami diatas, ya! Sebaiknya sahabat menyesuaikan situasi dan kondisi yang sedang berlangsung. Pastikan orang yang akan ditimpali celetukan seperti tadi memiliki tingkat humor yang tinggi dan kenal satu sama lain. Jika tidak, nanti yang dengar bisa sakit hati. #fiuuh

"Nikmat mana lagi yang hendak kau dustakan, kawan. Sudahlah gajimu besar. Kedudukan di kantormu juga bagus. Sedang aku masih begini-begini saja." Sambil menikmati cemillan beraneka ragam, sahabat yang baru datang ini memuji sahabat yang dari tadi berbincang dengan saya." Alhamdulillah, aku mensyukuri apa yang dikasih, Jenk." Sahabat berbincangpun membalas. *Anggap saja kata "Jenk" sebagai sapaan akrab dalam persahabatan kami ya. 😋
↣Ciptakanlah persahabatan itu senyaman mungkin, saling menerima satu sama lain. Dan ciptakanlah kekonyolan beradap  sebagai pengikat antar sesama sahabat.^^

Menyimak dari sedikit obrolan diatas, kira-kira apa yang terbayangkan oleh sahabat? Apakah gaji besar? Persahabatan yang solid? atau rezeki tak terduga? atau adakah hal lainnya? Yupz, Tentu beraneka ragam yang terpikirkan. Karena benar kata pepatah, "Rambut saja sama hitam, tapi pemikiran kita tidaklah sama." Hehee

Sebenarnya jika kita berpikir besar, semua yang sudah diterima adalah rezeki. Sering juga Bielalang duduk merenung seorang diri, "Andai semua orang memahami bahwa rezeki bukan hanya sekedar materi. Kehidupan yang dijalaninya akan menjadi lebih lapang dan it be wonderful-lah kalo denger-denger istilah sekarang! 😊 Pokoknya hidup sahabat akan terasa lebih berkah. Mengapa? Karena berpikir besar itu menjadikan hati tenang. Ketenangan adalah segalanya. Maaf keun sekali lagi, karena saya memaparkan persepsi seperti ini ya? Bukan apa-apa karena saya, Bielalang sudah merasakan dan menikmati sebelumnya. Sebab itu sekarang berani menulis, sampai juga mempublikasikannya di blog ini. Apa guna memiliki harta berlimpah, namun hati selalu rusuh. Bahkan tahta/ kedudukan tidaklah sedikitpun menjamin ketenangan. Alasannya? Untuk Sahabat Bielalang, cobalah lihat disekitar kita, berapa banyak ditemukan keududukan telah membuat mereka menjadi lupa daratan. Hatinya sombong, angkuh, keras kepala, tamak, merasa paling berkuasa, dan masih banyak dampak negatif lain yang ditimbulkan. Naudzubillah... Semoga kita dijauhkan dari hal yang demikian.

Sekali lagi, apapun yang sahabat terima hari ini, semua adalah rezeki. Sunggingan senyum di bibir adalah rezeki, karena tidak semua orang dapat tersenyum karena menahan sakit yang dideritanya. Persahabatan adalah rezeki, karena tidak semua orang dapat berteman baik seperti yang sahabat miliki. Jantung yang masih bertdetakpun adalah rezeki. Apapun yang diterima hari ini tetaplah disyukuri. Semua merupakan rezeki. Janji Tuhan adalah pasti untuk yang mensyukuri setiap rezeki. So, untuk Sahabat Bielalang dimanapun berada, "Jalani kehidupan dengan kesederhanaan dan tetaplah berpikir besar untuk mendapatkan hasil yang luar biasa. Ingat! Rezeki bukan hanya materi, melainkan ketenangan dan lapangnya hati ".

Wah, ternyata sudah siang. Sengatan mentari mulai merah merona di alun-alun kota, dan awan-awan utara semakin meronta-ronta di tiup angin badai. Sstt apa hubungannya? Enggak ada kok.  😱😆

Have a nice day! you will be fresh on this world... !

😊😊😊

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung. Silahkan tinggalkan pesan :)