Impian Sepertiga Malam
Dalam suasana spertiga malam yang sunyi, tiada terdengar sorak-riuhnya kehidupan anak cucu Adam. Aku terjaga. Sepertinya alam menyapaku dengan sengaja. Aku pasrah saja. Tanpa ku sadari, aku telah terbawa suasana berandai-andai sejadi-jadinya....
- Alangkah indahnya bila hidup ini, bila saling bertegur sapa.
- Alangkah indahnya hidup ini, bila tiada kata dusta.
- Alangkah indahnya hidup ini, bila semua rukun dan sejahtera.
- Alangkah indahnya hidup ini, bila yang di dambakan tercapai segara.
- Alangkah indahnya hidup ini, bila setiap doa langsung diijabah oleh Sang Kuasa.
- Alangkah indahnya hidup ini, bila semua terwujud dalam sekejab mata.
- Alangkah indahnya hidup ini, bila semua bersatu membela kekejian dan kemungkaran dunia.
- Alangkah indahnya... Alangkah indah itu semua.
"Namun, apalah dayaku, semua hanya ada dalam bayang-bayang kerinduan. Merindu dalam kehampaan. Mungkinkah ada keajaiban untuk itu semua?"
Tak ku sadari, di suasana malam nan lengang, sunyi dan tak berkawan ini, sebongkah hati kecil milik Illahi telah bersenandung dalam dimensi alam penuh misteri. Jiwaku hanya mampu berandai-andai dalam kesunyian. Berharap akan benar-benar menyaksikan manusia saling bergandengan tangan, berkumpul bersama menjadi satu keluarga. Alangkah indahnya itu semua....
Semoga sebelum aku benar-benar kembali dalam pelukan Sang Pemilik Hati, aku putuskan bahwa, "Aku akan bertanggung jawab atas pikiranku dan aku akan bertanggungjawab atas semua perbuatanku."
Aamiin....
You can visit Embun Pagi 3 on https://mjsenandung.blogspot.co.id/2017/01/embun-pagi-3.html#links

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih telah berkunjung. Silahkan tinggalkan pesan :)