Apapun alasannya aku tetap suka menulis.
![]() |
| Ilustrasi by. Farah Aissya |
Menulis itu hebat.
Menulis itu sesuatu yang berkesan.
Menulis itu tantangan akan perasaan.
Menulis itu kejujuran.
Menulis itu kata yang tak mampu terucapkan.
Menulis itu intan yang tersembunyi.
Menulis itu tak akan tertandingi oleh apapun yang ada di dunia.
Menulis itu sesuatu yang tidak akan pernah bisa ku jelaskan dengan rangkaian kata-kata....
Aku tetap suka menulis.
Tahukah kamu, betapa dulu aku pernah dibenci oleh karena kejujuran pada sebuah tulisan di buku catatan pribadiku (Diary).
Setiap malam aku memanfaatkan tinta hitam yang tak berdosa untuk menodai kertas putih nun bersih. Melukai dengan tajamnya ujung penaku. Membasahinya dengan tetesan air mataku setiap waktu. Bahkan akupun pernah meremasnya untuk meluapkan amarahku yang terpendam. Meskipun begitu, kertas itu selalu setia menjadi teman, mendengarkan dan menungguiku di atas meja persegi panjang di pojok dinding sebelah kanan sekitar satu meter dari tempat tidurku.
Sering juga aku berusaha menutup mata, aku tidak peduli, aku berpura-pura semua baik-baik saja dihadapan buku catatan-ku. Tapi bersamanya selalu saja berujung pada sebuah kejujuran perasaanku. Lagi-lagi aku menulis. Aku mencoretnya dengan pena hitam legam milikku. Aku tetap suka menulis.
Dan tentunya, dengan menulis aku menjadi lebih baik. Aku merasa rahasia dan kesedihanku dapat dijaga dengan baik oleh buku catatanku. Pena dan tinta hitam itu yang akan menjadi saksi bisu bahwa aku tidak dapat menjauhi kebiasaan menulis setiap waktu.
Untuk mereka yang pernah tersakiti oleh tulisanku. Mohon... maafkanlah atas kejujuranku lewat tulisan itu. Ketahuilah bahwa tidak ada unsur untuk menyakiti dan menyibakkan keburukanmu dihadapan siapapun. Setiap tulisan yang aku tulis hanyalah untuk mengevaluasi diriku untuk menghadapi masa depan.
Jika suatu hari nanti ada lagi mereka-mereka yang melarikan buku catatan dariku, mencabik-cabikkan kertas putih dihadapanku atau membuangkan pena sejauh mungkin dari pandanganku. Aku, aku sepertinya tidak dapat berhenti. Karena menulis sudah menjadi teman sejati untukku. Mungkin tanah, pasir dan air yang sedang kutapaki akan ku goresi dan kulingkari setiap hari. Hanya agar aku dapat terus menulis dan bersama dengan tulisan-tulisan sederhanaku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih telah berkunjung. Silahkan tinggalkan pesan :)