![]() | |
| Picture by. Google |
Malam ini adalah malam terpanjang. Selama dua puluh tiga tahun empat bulan hidup di dunia ini, baru malam ini saja Bielalang paling was-was, cemas, gak sabaran. Ingin malam cepat berlalu. Cepat-cepat bisa merem. Tidur pulas tanpa ada gangguan. Apalagi kebangun di suasana sunyi, sepi mencekam. Was-was entar kebelet. Keadaannya lagi mati air. Bielalang gak nampung. Gak ada stok sama sekali. Padahal kerja di perusahaan air di kota ini. Tapi apalah daya, Bielalang kebablasan. Sekarang kondisinya benar-benar simelekete. Galau!
Hiks! Udah nunggu dua jam lebih. Rekan kerja Bielalang bilang, "Dalam tahap normalisasi karena sudah dialirkan oleh petugas distribusi." Fiuuh... Ini tuh jawaban Bielalang loh, kalo ada pelanggan ngamuk nanya kapan air dialirkan lagi, jawabannya persis begitu. Paling ditambahin, "Mohon maaf atas ketidaknyamanannya." Maklum, Bielalang kerja di garda depan perusahaan alias ujung tombak keluhan dan pusat informasi. Lain tidak bukan adalah Contac centernya perusahaan. Lebih spesifiknya lagi dikenal sebagai agent Call Center perusahaan.
Miriskan? Kerja dibagian pusat informasi dan keluhan ledeng air. Tapi Bielalang kena batunya juga. Gak punya persediaan air. "Kebelet nih, Makk...!!!"
Ah, kalo begini terus Bielalang bisa sakit. Sakit perut nahan kebelet. Terpaksa solusi sementara adalah Air Galon. Hiks, air galon jalan satu-satunya dalam kondisi seperti ini. Sembari berharap secepatnya akan ngalir dan lancar kembali supply airnya.
Jadi, para emak-emak, bapak-bapak, kakak-kakak, ibu-ibu, dan teman-teman sesama korban mati air, jangan marah-marah enggak jelas sama agent call centernya, ya? Mereka tuh juga sama halnya dengan Bapak/Ibu pelanggan PDAM terbaik di Indonesia. Juga merasakan sesaknya pas mati air. Tapi harus bagaimana lagi. Memang kondisinya seperti itu. Volume air waduk itu surut. Banyak pekerjaan yang mengharuskan valve pipa di off-kan. Jadi dihentikan sementara. Dialirkan ke jalur lain yang belum dapat supply air.
Kalau masih menghujat juga, sok silahkan saja balik kampung. Bisa sepuasnya dengan air gunung. Enggak beli. Gratis.
Sebelum curahan hati karena kebelet ini Bielalang tutup. Mohon di baca dan dengarkan saran Bielalang sebentar dulu, ya? Eh, enggak. Jangan cuma di baca atau didengar saja. Tapi kalau bisa Bapak/Ibu pelanggan jasa Ledeng/PDAM dimanapun berada, di rumah masing-masing tetaplah sediakan bak penampungan/tangki air. Isi dan penuhi. Kita tidak tau jika sewaktu-waktu ada pekerjaan emengency oleh tim lapangan (leak repear team). Jangan sampai kebablasan seperti Bielalang malam ini. Sudahlah berprofesi sebagai pusat informasinya PDAM. Tapi masih juga terkena imbasnya. Dua kali rugi. "Sungguh benar-benar malang nasibnya Bielalang malam ini, Makk...! Rasanya malam ini ini begitu panjang. Lama sekali. Ini sudah dua jam tiga puluh delapan menit menunggu. Airnya masih off.
#tepar dalam penantian air ledeng.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih telah berkunjung. Silahkan tinggalkan pesan :)