Minggu, 05 Maret 2017

Embun Pagi 5

Tentang Qalbu

Malam sebelum tidur, aku menanyai diriku tentang apa yang sudah aku lakukan hari ini.
Sudahkah aku menyapa mereka yang sepi?
Apakah aku bangga akan diriku sendiri?
 Hatiku menjawab, "Ya, Aku bangga."
Tapi aku merasa tidak puas dengan jawaban itu. Karena, naluriku telah berkata lain.
"Aku tidak bangga."

Aku telah berada pada dua pilihan yang sangat sulit untuk ku putuskan sendiri. Ini karena egoisme-ku.
Aku kemudian diam. Menutup mataku. Memikirkan, mengapa ada keraguan atas jawabanku sendiri. (sebuah kebiasaan yang selalu ku lakukan ketika berada di dalam kebimbangan, kecemasan, ketakutan, dan semua yang bersifat ambigu).
Dan aku putuskan. Taubat. Mohon ampun kepada Allah.
Hasilnya adalah tanpa ku sadari dengan sendirinya telah membuat pikiran, hati dan naluriku menyatu.
"Aku bangga ketika Allah masih mengizinkanku memiliki tiga element kemanusiaan itu"
Dan setiap apapun yang telah ku lewati sepanjang hari ini, aku menyerahkan semua kepada Pemilik Kekuasaan yang sesungguhnya.
Jika kau tanya lagi tentang bangga atau tidak akan hidupmu hari ini, jawabnya ada disini (qalbu).
Wasi'a kursii yuhussamawati wal ard.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih telah berkunjung. Silahkan tinggalkan pesan :)